Hibah Dosen UBSI Kembangkan Pembelajaran Jaringan Komputer Berbasis Kasus dan Proyek

0 6

BSINews, Jakarta – Pembelajaran digital di perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan mengubah materi perkuliahan menjadi format digital. Tantangannya adalah bagaimana teknologi tersebut dapat membuat mahasiswa lebih aktif menghadapi persoalan nyata, bekerja sama, sekaligus menghasilkan solusi melalui pengalaman belajar yang aplikatif.

Pendekatan tersebut menjadi fokus Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Hibah Inovasi Pembelajaran Digital (IPD) 2026. Program ini mengembangkan pembelajaran mata kuliah Jaringan Komputer dengan memadukan Case Method dan Project-Based Learning.

Baca juga: Raih Dana Penelitian & Pengabdian Makin Mudah: UBSI Yogyakarta Gelar Workshop Proposal Hibah BIMA Super Lengkap!

Hasil pengembangan tersebut kemudian didiseminasikan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Transformasi Pembelajaran Digital Berbasis Case Method dan Project-Based Learning pada Mata Kuliah Jaringan Komputer yang berlangsung di Asyana Hotel Pemuda pada Rabu (16/9).

Ketua Tim Hibah IPD 2026 Program Studi Informatika UBSI, Jordy Lasmana Putra mengatakan inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran jaringan komputer yang lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan mahasiswa.

“Program ini berangkat dari sebuah kebutuhan yang sederhana, tetapi penting dalam pembelajaran di perguruan tinggi, yaitu bagaimana pembelajaran Jaringan Komputer dapat menjadi lebih kontekstual, kolaboratif, dan dekat dengan kebutuhan nyata mahasiswa,” ujar Jordy dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (22/9).

Dalam pengembangannya, pembelajaran tidak hanya mengandalkan materi digital, tetapi memadukan Case Method dan Project-Based Learning dengan berbagai perangkat pembelajaran digital. Beberapa di antaranya berupa video pembelajaran, modul interaktif, hingga simulasi jaringan yang dapat membantu mahasiswa memahami materi melalui pengalaman yang lebih aplikatif.

Menurut Jordy, penggunaan teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar persoalan memindahkan materi dari bentuk konvensional ke platform digital. Lebih dari itu, inovasi diarahkan untuk membangun model pembelajaran yang dapat digunakan, dikembangkan, dan dibagikan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi antara UBSI dan STT Wastukancana Purwakarta. Kolaborasi ini membuka ruang bagi mahasiswa dari kedua perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman belajar dalam lingkungan yang lebih terbuka dan partisipatif.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dari kedua institusi mendapatkan pengalaman belajar dalam ruang pembelajaran yang lebih terbuka, kolaboratif, dan partisipatif,” katanya.

Tidak Berhenti Setelah Hibah

Salah satu perhatian dalam program IPD 2026 adalah memastikan hasil pengembangan tidak berhenti ketika periode hibah berakhir. Materi dan perangkat pembelajaran yang telah dihasilkan diharapkan tetap dapat dimanfaatkan dan dikembangkan, termasuk melalui SPADA Indonesia.

Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan memiliki peluang untuk dimanfaatkan lebih luas, termasuk oleh perguruan tinggi lain di berbagai wilayah Indonesia. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjadikan inovasi pembelajaran sebagai pengetahuan yang dapat terus berkembang dan dibagikan.

Kegiatan diseminasi juga menjadi ruang untuk mendapatkan masukan terhadap hasil pengembangan yang telah dilakukan. Dr. Uwes Anis Chaeruman hadir sebagai narasumber untuk memberikan perspektif dan masukan terhadap inovasi pembelajaran yang dikembangkan melalui program tersebut.

Bagi tim IPD 2026, proses pengembangan pembelajaran tidak berhenti pada saat produk pembelajaran selesai dibuat. Diseminasi justru menjadi kesempatan untuk membuka ruang diskusi, menerima masukan, sekaligus melihat kembali bagian-bagian yang masih dapat disempurnakan.

Jordy menegaskan bahwa hasil program tersebut masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan. Karena itu, diseminasi tidak hanya dimaknai sebagai forum untuk menyampaikan hasil, tetapi juga sebagai bagian dari proses belajar bersama.

Baca juga: Dorong Riset Berdampak, LPPM UBSI Evaluasi Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian 2026

“Kami berharap inovasi yang dikembangkan melalui program ini dapat memberikan kontribusi bagi pembelajaran yang lebih relevan, adaptif, kolaboratif, dan berdampak,” ujarnya.

Ia berharap inovasi yang lahir melalui IPD 2026 tidak berhenti sebagai luaran program hibah. Sebaliknya, pengembangan tersebut dapat terus dimanfaatkan, disempurnakan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.