Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Jalani Asesmen LAMSPAK, Targetkan Akreditasi Unggul

0 15

BSINews, Jakarta – Akreditasi bukan sekadar urusan dokumen dan penilaian administratif. Di balik prosesnya, ada upaya untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan yang dijanjikan kampus benar-benar hadir dalam ruang kelas, pengalaman mahasiswa, hingga kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Komitmen tersebut ditunjukkan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa (FKB), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK), pada 28–30 Oktober 2026 lalu.

Baca juga: Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Latih Pengajar TPA Abah Mangun Manfaatkan AI untuk Pembelajaran

Ilmu Komunikasi Siap Unggul

Selama tiga hari, proses asesmen melibatkan dua asesor LAMSPAK, yakni Dr. Dra. Ani Yuningsih dan Prof. Dr. Gregoria Arum Yudarwati. Evaluasi dilakukan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen mutu yang disampaikan dengan pelaksanaan pendidikan di lingkungan kampus.

Aspek yang ditinjau meliputi kurikulum, fasilitas pembelajaran, kompetensi sumber daya manusia, serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Proses ini menjadi ruang bagi program studi untuk menunjukkan capaian sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat.

Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan asesmen. Ia menegaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh.

“Pelaksanaan asesmen lapangan ini bukan sekadar proses penilaian untuk memperoleh predikat akreditasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan evaluasi bagi institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap program studi di UBSI mampu menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan industri, serta tantangan masyarakat di era digital,” ujar Prof Wahyudi dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (3/11).

Ia juga menekankan bahwa kualitas pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh capaian administratif. Mutu pembelajaran, kompetensi lulusan, produktivitas penelitian, dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, pencapaian akreditasi Unggul menjadi salah satu target pengembangan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Prof Wahyudi berharap masukan dan rekomendasi dari tim asesor dapat menjadi pijakan bagi Prodi Ilmu Komunikasi untuk memperkuat tata kelola akademik, mendorong inovasi, serta menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi UBSI Intan Leliana mengatakan bahwa rangkaian asesmen mencakup pemaparan dari pimpinan fakultas, wawancara dengan dosen, evaluasi proses pembelajaran, observasi fasilitas kampus, serta diskusi bersama mahasiswa dan mitra. Berbagai sesi tersebut memberikan kesempatan kepada asesor untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pendidikan dari beragam perspektif.

Baca juga: PR Award 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Asah Kreativitas dan Inovasi

“Asesmen lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas akademik dan membangun budaya mutu. Prodi Ilmu Komunikasi pun menargetkan predikat akreditasi Unggul sebagai langkah untuk memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing lulusan,” ungkap Intan dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (3/11).

Predikat akreditasi bukan hanya tentang pengakuan terhadap institusi. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan bahwa kualitas tersebut terus dirasakan mahasiswa dan tercermin dalam kemampuan lulusan untuk bekerja secara profesional, menjunjung etika, serta berkontribusi di tengah perubahan industri komunikasi dan masyarakat digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.