LKMM 2026 UBSI Cetak Pemimpin Muda Berdaya Saing Global dan Siap Jadi Agen Perubahan
BSINews, Jakarta- Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2026 UBSI sukses digelar sebagai wadah penguatan kepemimpinan dan manajerial mahasiswa dalam mencetak generasi pemimpin muda yang adaptif, inovatif, serta berdaya saing global. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Kemahasiswaan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ini berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Aula UBSI Slipi, Jakarta, dengan mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan, Manajerial, dan Pengembangan Organisasi Mahasiswa”.
Baca juga: UBSI Siap Gelar LKMM Pra Dasar bagi Pengurus Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2026 diikuti oleh mahasiswa yang memiliki semangat untuk mengembangkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin organisasi. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan kepemimpinan, keterampilan manajerial, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars UBSI, sambutan dari Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Adi Supriyatna, serta sambutan Ketua Pelaksana, Slamet Heri Winarno. Suasana penuh semangat semakin terasa melalui sesi foto bersama yang menjadi penanda dimulainya kegiatan inspiratif tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana LKMM 2026, Slamet Heri Winarno, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan organisasi, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter mahasiswa.
“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan wawasan kebangsaan yang kuat. Melalui LKMM ini, kami berharap lahir generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Materi pertama disampaikan oleh Riswandi Ishak, yang mengulas tentang kepemimpinan, keterampilan manajerial, serta kaderisasi organisasi. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya regenerasi kepemimpinan untuk menciptakan organisasi mahasiswa yang berkelanjutan dan efektif.
Selanjutnya, Yesni Malau memberikan materi mengenai rencana pengembangan organisasi mahasiswa. Peserta diajak memahami pentingnya menyusun strategi organisasi yang terarah agar setiap program kerja mampu memberikan dampak nyata bagi anggota maupun lingkungan sekitar.
Persiapan menghadapi era globalisasi juga menjadi perhatian dalam LKMM 2026. Priatno, membekali peserta dengan wawasan mengenai peluang dan tantangan mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan adaptasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penguatan karakter turut diberikan melalui materi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Anti Kekerasan, serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang disampaikan oleh Slamet Heri Winarno. Materi tersebut menanamkan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Rachmat Suryadithia, memperkenalkan berbagai program kemahasiswaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Informasi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi, program pengembangan prestasi, hingga berbagai kegiatan berskala nasional.
Selain sesi materi, peserta juga mengikuti berbagai games interaktif yang menciptakan suasana belajar lebih dinamis, kolaboratif, dan menyenangkan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penuh optimisme untuk terus meningkatkan kualitas organisasi kemahasiswaan di lingkungan UBSI.
Keberhasilan penyelenggaraan LKMM 2026 menjadi bukti nyata komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menghadirkan program pembinaan mahasiswa yang berkelanjutan. UBSI tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan, kemampuan manajemen organisasi, wawasan global, serta karakter kebangsaan yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.