LPPM UBSI Gelar Monev Internal Hibah Kemdiktisaintek 2026, Perkuat Kualitas Penelitian dan Pengabdian

0 11

BSINews, Jakarta — Komitmen dalam menjaga kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi terus diperkuat melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Kemdiktisaintek Tahun 2026. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), melaksanakan kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom Meeting pada 26–27 Agustus 2026.

LPPM UBSI Gelar Monev Internal Hibah Kemdiktisaintek 2026, Perkuat Kualitas Penelitian dan Pengabdian

Kegiatan Monev Internal ini menjadi bagian dari upaya LPPM UBSI untuk memastikan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berjalan sesuai dengan rencana, target, serta luaran yang telah ditetapkan. Selain melakukan pemantauan terhadap perkembangan program, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi dan pendampingan bagi para penerima hibah.

Sebanyak 19 kelompok penerima hibah mengikuti pelaksanaan Monev tahun ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 5 kelompok dari skema penelitian, yang terdiri atas 1 kelompok Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan 4 kelompok Penelitian Fundamental Regular (PFR). Sementara itu, 14 kelompok lainnya berasal dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Seluruh kelompok memaparkan perkembangan kegiatan, capaian program, serta progres luaran yang telah diperoleh selama periode pelaksanaan hibah. Melalui sesi tersebut, setiap tim juga memperoleh masukan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi serta tindak lanjut untuk mencapai target yang telah direncanakan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua LPPM UBSI, Agus Junaidi, kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi laporan kemajuan serta monitoring dan evaluasi oleh masing-masing kelompok penerima hibah.

Dalam pelaksanaannya, Monev melibatkan sejumlah reviewer yang melakukan penilaian berdasarkan instrumen dan ketentuan yang telah ditetapkan. Reviewer yang terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain Dr. Sularso Budilaksono, Dr. Euis Meinawati, Dr. Ani Wijayanti, Dr. Ahmad Muhammad Thantawi, Prof. Dr. Juliana, Dr. Taufik Baidawi, dan Dr. Nurwulan Kusuma Dewi.

Para reviewer melakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian antara proposal dan pelaksanaan kegiatan, perkembangan capaian indikator, target luaran, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan keberlanjutan program. Selain memberikan penilaian, reviewer juga menyampaikan catatan dan rekomendasi konstruktif kepada masing-masing tim sebagai bahan perbaikan.

Ketua LPPM UBSI, Agus Junaidi, menyampaikan bahwa kegiatan Monev tidak hanya menjadi proses evaluasi administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi kesempatan bagi setiap penerima hibah untuk melihat kembali perkembangan program yang telah dijalankan. Kami berharap berbagai masukan dari reviewer dapat menjadi bahan perbaikan sehingga target luaran dapat tercapai dan kegiatan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Kamis (27/8).

Baca Juga : Bangun Linearitas Tri Dharma, LPPM UBSI Kampus Pontianak Ajak Dosen Jadikan Riset sebagai Kompas Akademik

Menurutnya, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai kebutuhan di masyarakat. Karena itu, proses monitoring diperlukan untuk memastikan setiap program dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Melalui pelaksanaan Monev Internal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Kemdiktisaintek Tahun 2026, LPPM UBSI berharap para dosen penerima hibah terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program, baik dari sisi penelitian, luaran, publikasi, maupun keberlanjutan kegiatan.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong penguatan budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Hasil penelitian dan program pengabdian diharapkan tidak hanya memenuhi target akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.