Mahasiswa BSI Explore Dorong Digitalisasi UMKM Sentra Bambu Lewat Program DIGIDAYA
BSINews, Bogor — Digitalisasi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan pemasaran UMKM. Melalui program BSI Explore Desa Sukasari, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif memberikan pendampingan dan pelatihan digital kepada UMKM Sentra Bambu di Kampung Penyebrangan, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Minggu (23/8).
Mahasiswa BSI Explore Dorong Digitalisasi UMKM Sentra Bambu Lewat Program DIGIDAYA
Kegiatan yang diikuti 14 pelaku usaha dan enam mahasiswa tersebut mengusung program DIGIDAYA (Digitalisasi & Desain Karya Usaha Lokal). Pelatihan berfokus pada pengembangan kemasan, pembuatan logo, fotografi produk, pembuatan akun Instagram, serta penambahan lokasi usaha melalui Google Maps.
Materi disampaikan oleh Aqila Fadya Hayah dengan didampingi Piaherdina Hidayanti. Kegiatan juga dipandu Shafira Aulia Suhan Noor sebagai MC. Peserta mendapatkan pendampingan secara langsung agar dapat menerapkan strategi digital tersebut dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Aqila Fadya Hayah menjelaskan bahwa tampilan produk dan pemanfaatan media digital turut berperan dalam memperluas jangkauan pemasaran.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu pelaku UMKM Sentra Bambu memahami bahwa kemasan, logo, foto produk, dan media sosial dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan media digital secara sederhana dan konsisten, kami berharap produk yang sudah memiliki kualitas dapat terlihat lebih menarik, mudah dikenal, dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” ungkap Aqila dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Kamis (10/9).
Baca Juga : Belajar Bahasa Inggris dan Bermedia Sosial dengan Aman, UBSI Dampingi Pengurus RT dan LMK Pinang Ranti
Owner Sentra Bambu, Rifki, menyambut positif program DIGIDAYA, khususnya pendampingan dalam pengembangan kemasan dan identitas produk.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan untuk mengembangkan usaha, khususnya dalam hal upgrade packaging dan pembuatan logo. Pembaruan packaging dan logo dapat membantu membuat produk terlihat lebih menarik, profesional, dan memiliki identitas yang lebih kuat sehingga lebih mudah dikenal oleh pelanggan,” ungkap Rifki.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) BSI Explore Desa Sukasari, Jordy Lasmana Putra, berharap pendampingan tersebut dapat terus diterapkan oleh pelaku UMKM.
“Program DIGIDAYA merupakan salah satu bentuk upaya mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM di Desa Sukasari, khususnya dalam membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi dan desain untuk meningkatkan nilai jual produknya,” ungkap Jordy.
Baca Juga : Dosen UBSI Dipercaya Kemenkop RI Ajarkan Digitalisasi SIMKOPDES bagi Calon Manajer Koperasi Desa
Melalui program DIGIDAYA, mahasiswa BSI Explore berharap UMKM Sentra Bambu semakin mandiri dalam mengelola pemasaran digital, meningkatkan daya saing produk, dan memperluas jangkauan pasar. (Safika)