BSINews, Jakarta – Semangat kewirausahaan muda mewarnai lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Fatmawati melalui penyelenggaraan kegiatan Campuspreneur Showcase 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (18/6) dengan mengusung tema “Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Usaha.” Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan dan memasarkan produk usaha yang mereka kembangkan sebagai implementasi nyata dari Mata Kuliah Entrepreneur.
Beragam produk dan layanan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari aneka kuliner, minuman kekinian, produk kreatif, hingga berbagai inovasi bisnis yang dirancang dan dikelola langsung oleh mahasiswa. Tidak hanya menjadi ajang pameran, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis yang menghubungkan teori kewirausahaan di ruang kelas dengan pengalaman nyata di dunia usaha.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala kampus UBSI Fatmawati, Ishak Kholil. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini harus mampu melahirkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan menciptakan peluang di tengah dinamika perkembangan zaman.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang berani berinovasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Melalui Campuspreneur Showcase ini, mahasiswa belajar bagaimana mengubah ide menjadi produk, produk menjadi solusi, dan solusi menjadi peluang usaha yang bernilai,” ujarnya.
Menurutnya, kewirausahaan merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda di era digital. Kemampuan membaca peluang, memahami kebutuhan pasar, membangun komunikasi dengan pelanggan, hingga mengelola risiko bisnis menjadi pengalaman berharga yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran teoritis semata.
Campuspreneur Showcase menjadi bukti bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih aplikatif dan berdampak. Mahasiswa tidak hanya dituntut menyusun konsep bisnis di atas kertas, tetapi juga ditantang untuk merealisasikan ide tersebut menjadi produk yang dapat diterima oleh konsumen.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme mahasiswa yang secara aktif menawarkan dan menjelaskan keunggulan produk mereka kepada para pengunjung. Setiap kelompok usaha berupaya menampilkan kreativitas terbaiknya, baik dari segi kualitas produk, strategi pemasaran, desain kemasan, maupun kemampuan presentasi bisnis.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih komprehensif, kegiatan ini juga melibatkan tim dosen UBSI sebagai dewan penilai. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain inovasi produk, kreativitas, potensi pasar, strategi promosi, keberlanjutan usaha, serta kemampuan mahasiswa dalam mempresentasikan model bisnis yang mereka bangun.
Keterlibatan dosen sebagai juri tidak hanya bertujuan memberikan penilaian, tetapi juga menjadi sarana mentoring bagi mahasiswa. Melalui berbagai masukan dan evaluasi yang diberikan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide bisnis mereka menjadi lebih matang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen UBSI dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung sebelum memasuki dunia kerja maupun dunia usaha. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memahami tantangan bisnis secara nyata sekaligus mengasah kemampuan problem solving, kolaborasi tim, komunikasi, dan kepemimpinan.
Di tengah perkembangan ekonomi kreatif dan transformasi digital yang semakin pesat, semangat kewirausahaan menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda. Oleh karena itu, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk berani berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan ide-ide bisnis yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui Campuspreneur Showcase 2026, UBSI Kampus Fatmawati berharap dapat menumbuhkan budaya entrepreneur di kalangan mahasiswa serta melahirkan generasi muda yang tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator). Dari ruang kelas menuju dunia usaha, mahasiswa diajak untuk membuktikan bahwa setiap ide memiliki peluang untuk berkembang menjadi karya yang bernilai dan memberikan manfaat bagi banyak orang.