Mahasiswa UBSI Kampus Margonda Latih Siswa SMK Taruna Bhakti Depok Bangun Komunikasi Empatik

0 3

BSINews, Depok – Kemampuan berkomunikasi secara positif menjadi bekal penting bagi remaja dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Untuk mendukung keterampilan tersebut, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pelatihan Komunikasi Empatik bagi Siswa SMK Taruna Bhakti Depok untuk Menciptakan Komunikasi Positif di SMK Taruna Bhakti Depok, kawasan Curug, Kecamatan Cimanggis, Depok pada Senin (26/10).

Mahasiswa UBSI Kampus Margonda Latih Siswa SMK Taruna Bhakti Depok Bangun Komunikasi Empatik

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya komunikasi empatik, yaitu kemampuan mendengarkan secara aktif, memahami perasaan dan sudut pandang orang lain, serta menyampaikan pendapat tanpa merendahkan lawan bicara. Keterampilan ini diharapkan dapat membantu siswa membangun hubungan yang baik dengan teman sebaya, guru, dan lingkungan sekitarnya.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Reinhart Fernando selaku ketua pelaksana bersama sembilan anggota tim, yaitu Annisa Kamila, Abelia Shafiqoh Diandra, Kania Aulia Jatmiko, Raki Rosfita, Shanya Marsya Riyadi, Surya Ibrahim, Yessica Purnama Sary, Fadiah Nur Inaayah, dan Friska Aprilia.

Dalam pelatihan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai komunikasi empatik dan komunikasi interpersonal, teknik mendengarkan aktif, cara menyampaikan pendapat secara positif, serta strategi merespons perbedaan pendapat dan kesalahpahaman. Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif yang dekat dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua pelaksana, Reinhart Fernando, menyampaikan bahwa komunikasi empatik perlu dibiasakan sejak usia sekolah agar siswa mampu memahami orang lain sekaligus menyampaikan pendapat dengan baik.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya mendengarkan, menghargai perasaan orang lain, dan menyampaikan pendapat secara tepat. Komunikasi yang baik bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang bagaimana kita memahami orang lain agar tidak mudah terjadi kesalahpahaman,” ujar Reinhart dalam keterangan rilis yang diterima di Depok Senin (26/10).

Baca Juga : Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Kampus Cikarang Cetak Talenta Komunikasi Digital Masa Depan

Selain pemaparan materi, kegiatan ini dirancang secara partisipatif melalui diskusi, tanya jawab, dan simulasi atau role play. Melalui metode tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk berlatih menghadapi situasi komunikasi yang umum terjadi, seperti perbedaan pendapat saat bekerja kelompok, kesalahpahaman dengan teman, maupun penyampaian kritik secara santun. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.