Mahasiswa UBSI Kembangkan SIMAK, Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis Web untuk Sudin Kominfotik Jakarta Timur
BSINews, Jakarta – Pengelolaan aset yang tertib menjadi bagian penting dalam mendukung administrasi instansi pemerintah. Berangkat dari permasalahan pencatatan aset secara manual, Fadhli Athaillah Pratama, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Aset Kominfotik (SIMAK) berbasis web untuk mendukung pengelolaan aset internal Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kota Administrasi Jakarta Timur.
Mahasiswa UBSI Kembangkan SIMAK, Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis Web untuk Sudin Kominfotik Jakarta Timur
Pengembangan sistem ini berawal dari observasi dan wawancara selama Praktik Kerja Lapangan (PKL). Fadhli menemukan bahwa pencatatan transaksi barang masuk dan keluar sehari-hari masih menggunakan surat fisik, meskipun pelaporan aset resmi secara berkala telah memanfaatkan sistem dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD). Proses rekapitulasi manual tersebut membuat pemutakhiran data belum berlangsung secara langsung dan berisiko menimbulkan selisih pencatatan.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Fadhli membangun SIMAK menggunakan framework Laravel, bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, dan antarmuka Bootstrap. Pengembangannya menerapkan metode Agile melalui tiga sprint iteratif. Sistem ini dirancang sebagai alat bantu pencatatan internal tanpa menggantikan sistem BPAD yang telah digunakan.
SIMAK menyediakan dua hak akses, yakni Kasubag Tata Usaha (TU) dan Pengurus Barang. Pengurus Barang dapat mencatat transaksi barang masuk dan keluar secara digital, sedangkan Kasubag TU bertugas menyetujui atau menolak transaksi sebelum data ditetapkan secara final. Sistem ini juga dilengkapi fitur pembuatan Berita Acara Stok Opname dan Laporan Mutasi Tahunan secara otomatis berdasarkan transaksi yang telah disetujui.
Fadhli menjelaskan bahwa tantangan utama yang ditemukan selama observasi terletak pada proses rekapitulasi data setelah transaksi berlangsung.
“Masalah utamanya bukan di kecepatan proses serah terima barangnya, tapi di rekap data setelah itu. Surat-surat fisik harus dihitung ulang manual setiap kali mau buat laporan itu yang memakan waktu dan rawan selisih. Dengan sistem ini, begitu transaksi disetujui, stok langsung ter-update dan laporan bisa langsung dihasilkan,” ujar Fadhli dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Rabu (8/8).
Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Manajemen Aset Cerdas untuk PT Patra Nusa Data
Pengujian SIMAK dilakukan menggunakan metode black box testing terhadap fitur utama, mulai dari login, pengelolaan data master, pencatatan dan persetujuan transaksi, hingga pembuatan laporan. Berdasarkan hasil pengujian yang disampaikan, seluruh fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan dan hak akses masing-masing pengguna.
Melalui pengembangan sistem ini, Fadhli berharap pengelolaan aset internal di Sudin Kominfotik Jakarta Timur dapat berlangsung lebih efisien dan terstruktur. Ke depannya, SIMAK berpotensi dikembangkan melalui integrasi dengan sistem BPAD serta penambahan dukungan akses melalui perangkat seluler. (Safika)