Mahasiswa UBSI Kembangkan SIP-Lab, Dorong Digitalisasi Layanan Laboratorium di BBPOPT

0 16

BSINews, Karawang — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, Suwandi Irawan, secara resmi menyerahkan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Laboratorium (SIP-Lab) v.1.0 kepada Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian pada Senin (29/6). Serah terima aplikasi ini menjadi langkah nyata implementasi transformasi digital dalam meningkatkan kualitas layanan pengujian laboratorium di lingkungan BBPOPT.

Mahasiswa UBSI Kembangkan SIP-Lab, Dorong Digitalisasi Layanan Laboratorium di BBPOPT

Aplikasi berbasis web tersebut dikembangkan sebagai implementasi hasil penelitian tugas akhir Suwandi Irawan. SIP-Lab dirancang untuk mendigitalisasi seluruh proses pelayanan pengujian laboratorium, mulai dari pengajuan permohonan, pembayaran, pelaksanaan pengujian, hingga penerbitan sertifikat hasil uji secara terintegrasi.

Melalui sistem ini, masyarakat maupun pengguna jasa dapat mengajukan permohonan pengujian secara daring, memantau perkembangan proses pengujian secara real-time, serta mengunduh sertifikat hasil pengujian secara digital setelah seluruh tahapan selesai. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.

Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto, menyampaikan bahwa implementasi SIP-Lab menjadi bagian dari komitmen instansi dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan berkelanjutan.

“Ke depannya, BBPOPT berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas dan ketersediaan sistem agar layanan kepada masyarakat tidak terputus. Kami juga merencanakan penguatan infrastruktur melalui implementasi sistem daya cadangan (UPS) pada jaringan server sebagai langkah untuk menjaga keamanan data dan memastikan layanan tetap berjalan secara optimal,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Karawang Senin (29/6).

Baca Juga :Universitas BSI Kunjungi BBPOPT Bahas Peluang Kerja Sama Strategis  

Untuk menjaga mutu dan legalitas dokumen yang diterbitkan, SIP-Lab menerapkan mekanisme persetujuan berjenjang (multi-tier approval). Setiap laporan dan sertifikat hasil pengujian harus melalui proses verifikasi oleh analis laboratorium, ketua tim kerja, kepala bagian terkait, hingga memperoleh pengesahan akhir dari Kepala BBPOPT secara elektronik.

Selain meningkatkan kualitas tata kelola administrasi, sistem ini juga mendukung transparansi proses pelayanan karena seluruh tahapan dapat dipantau secara langsung oleh pengguna melalui akun masing-masing.

Secara teknis, SIP-Lab dioperasikan menggunakan infrastruktur server lokal yang dikelola langsung oleh BBPOPT. Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu mendukung keberlangsungan layanan sekaligus memperkuat keamanan data administrasi laboratorium.

Melalui implementasi SIP-Lab, Suwandi Irawan berharap hasil penelitiannya tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

Baca Juga : Cerita Inspiratif Sinta Fatikha Rohma, Mahasiswa Prestasi UBSI Kampus Cikampek

Keberhasilan implementasi aplikasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. UBSI pun terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.

(Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.