Media Sosial Jadi “Kelas Kedua” Mahasiswa Akuntansi di Era Digital
BSINews, Karawang – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola belajar mahasiswa, termasuk mahasiswa akuntansi. Jika sebelumnya proses pembelajaran identik dengan buku teks, modul cetak, dan pencatatan manual, kini mahasiswa semakin akrab dengan media sosial dan platform pembelajaran daring sebagai sumber referensi tambahan. Transformasi ini membuat proses belajar menjadi lebih fleksibel, interaktif, dan mudah diakses kapan saja.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube tidak lagi sekadar menjadi media hiburan. Banyak dosen, praktisi, dan kreator edukatif yang membagikan materi akuntansi, mulai dari pembahasan jurnal umum hingga standar akuntansi terbaru. Konsep pembelajaran singkat atau microlearning melalui video berdurasi pendek membantu mahasiswa memahami materi secara lebih cepat dan praktis.
Baca juga: Crypto dan Fintech Boleh Trending, Prodi Akuntansi Tetap Jadi Pondasinya
Kemudahan akses informasi juga semakin terasa dengan hadirnya mesin pencari seperti Google serta berbagai platform e-learning. Mahasiswa dapat mencari jurnal, e-book, video tutorial, hingga mengikuti webinar untuk memperdalam pemahaman tentang laporan keuangan, audit, perpajakan, dan analisis biaya. Proses belajar pun menjadi lebih mandiri karena materi dapat dipelajari ulang sesuai kebutuhan.
Namun demikian, fleksibilitas ini tetap menuntut kedisiplinan. Tanpa manajemen waktu yang baik, media sosial berpotensi menjadi distraksi yang mengganggu fokus belajar. Oleh karena itu, mahasiswa perlu bijak dalam memanfaatkan teknologi agar media sosial menjadi sarana pendukung, bukan penghambat produktivitas.
Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikampek, Mohamad Syamsul Aziz, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan tanggung jawab belajar.
“Mahasiswa hari ini memiliki akses pengetahuan yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya. Tantangannya bukan lagi mencari informasi, tetapi bagaimana menyaring dan memanfaatkannya secara produktif untuk meningkatkan kompetensi,” ujarnya dalam keterangan rilis di Karawang, Rabu (19/2).
Pada akhirnya, media sosial dan platform digital hanyalah alat. Jika digunakan secara tepat, keduanya dapat menjadi pendukung efektif dalam meningkatkan pemahaman akademik sekaligus mempersiapkan mahasiswa akuntansi menghadapi dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.
Baca juga: Peran Sistem Informasi Akuntansi di Masa Depan, Profesi yang Semakin Dibutuhkan di Era Digital
Bagi kamu yang ingin mengembangkan kompetensi di era digital melalui pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI telah dibuka.
Informasi lengkap mengenai program studi dan jalur pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi PMB di https://pmbubsi.id/pmb. Kesempatan tidak selalu datang dua kali, jadi pastikan kamu mengambil langkah hari ini untuk masa depan yang lebih siap.