Melangkah ke Nagari, UBSI Kirim Mahasiswa Bawa Misi “Bangkik Basamo” di KKN Tematik Sumatra Barat 2026

0 7

BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengirimkan delegasi mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sumatra Barat 2026 yang mengusung tema “Bangkik Basamo, Membangun Nagari”.

Program tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III bersama LLDIKTI Wilayah X, dengan Universitas Budi Luhur dan Fort De Kock sebagai focal point, serta berlangsung di Kecamatan Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, sejak (31/7) hingga (13/8).

Baca juga: Intip Dunia Industri Digital, Mahasiswa UBSI Yogyakarta Perkuat Kompetensi Sejak Dini

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) UBSI, Asep Sayfulloh, mengatakan pihaknya telah memberikan pembekalan secara menyeluruh kepada mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat.

Pembekalan tersebut meliputi pemahaman mengenai tujuan KKNT, etika bermasyarakat, pemetaan potensi dan permasalahan desa, hingga penyusunan program kerja.

“Kami juga berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, mitra, dan sesama DPL agar program yang dijalankan mahasiswa benar-benar tepat sasaran,” kata Asep.

Menurut Asep, keberhasilan pelaksanaan KKNT tidak hanya dilihat dari terselesaikannya seluruh program kerja, tetapi juga dari dampak nyata dan keberlanjutan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Beberapa indikator yang menjadi perhatian meliputi ketercapaian target program, peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga, efektivitas kolaborasi antarmahasiswa, serta akuntabilitas pelaporan sesuai standar yang ditetapkan LLDIKTI.

Ia juga berpesan agar mahasiswa menjadikan KKNT sebagai kesempatan untuk mengabdi sekaligus mengasah empati dan kemampuan kepemimpinan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi pengalaman untuk belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung.

“Saya berharap masyarakat Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran serta inovasi yang dibawa mahasiswa UBSI,” ujarnya.

KKNT Sumatra Barat 2026 diikuti oleh lebih dari 30 perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah III di Jakarta dan LLDIKTI Wilayah X di Sumatra Barat.

Program ini mengusung delapan bidang strategis, yaitu pendidikan, kesehatan, pertanian, pemasaran digital, lingkungan hidup, mitigasi bencana, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengembangan budaya lokal Minangkabau.

Rangkaian kegiatan KKNT Sumatra Barat 2026 telah dimulai sejak penyusunan konsep pada 9 Juni 2026.

Tahapan tersebut dilanjutkan dengan proses seleksi peserta, pembekalan (15/7, 17/7, dan 20/7), keberangkatan (31/7), hingga pelaksanaan program di lapangan pada 1–11 Agustus 2026.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Agam rampung, panitia akan melaksanakan evaluasi akhir program hingga (31/7).

Tahapan evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk melihat capaian program sekaligus mengukur dampak kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian.

Dalam pelaksanaannya, setiap mahasiswa peserta diwajibkan menyusun laporan harian serta menghasilkan minimal satu produk inovasi pada setiap bidang yang dijalankan.

Peserta juga diwajibkan membuat video dokumentasi berdurasi tiga hingga lima menit serta laporan akhir yang dilengkapi dokumentasi foto dan data desa.

Peserta yang mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan sesuai ketentuan akan memperoleh sertifikat nasional dari LLDIKTI.

Melalui keterlibatan dalam KKNT Sumatra Barat 2026, UBSI berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus membawa semangat kolaborasi dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi daerah.

Baca juga: Mahasiswa UBSI menjadi relawan Korban Bencana Palu dan Sekitarnya

Kehadiran mahasiswa UBSI di Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya.

Semangat “Bangkik Basamo, Membangun Nagari” pun menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk hadir bukan hanya sebagai peserta pengabdian, tetapi sebagai generasi muda yang siap belajar, berkolaborasi, dan memberikan dampak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.