Merasa Tertinggal Saat Kuliah, Mahasiswa UBSI Belajar Bahwa Setiap Orang Punya Waktu Bertumbuh
BSINews, Karawang – Masa kuliah sering digambarkan sebagai fase paling seru dalam hidup. Bertemu teman baru, mengenal dunia kampus, ikut kegiatan, membangun relasi, dan pelan-pelan menyiapkan masa depan. Namun, di balik cerita yang terlihat menyenangkan itu, ada perasaan yang diam-diam sering muncul di kalangan mahasiswa merasa tertinggal.
Perasaan itu biasanya datang tanpa banyak aba-aba. Saat melihat teman sudah aktif organisasi sejak semester awal, ada yang mulai mengisi portofolio, mengikuti lomba, magang, hingga punya penghasilan sendiri. Sementara di sisi lain, sebagian mahasiswa masih merasa jalan di tempat dan belum benar-benar tahu arah yang ingin dituju.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus BSD Gelar Edukasi Toleransi Beragama di SDN 2 Pondok Aren
Di era media sosial, perasaan seperti ini semakin mudah muncul. Aktivitas teman kuliah, pencapaian akademik, sertifikat, hingga kabar diterima magang bisa muncul setiap hari di layar ponsel. Tanpa sadar, kebiasaan scrolling membuat mahasiswa mulai membandingkan hidupnya dengan orang lain.
“Aku kadang ngerasa semua orang udah punya arah. Ada yang udah kerja freelance, ikut lomba, aktif organisasi. Sedangkan aku masih bingung mau fokus ke mana,” ujar Dannish Dinda, mahasiswa semester 2 UBSI Kampus Karawang, Rabu (13/5).
Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi pada mahasiswa usia 18–25 tahun. Tekanan sosial, ekspektasi untuk terlihat produktif, serta lingkungan kampus yang mempertemukan banyak orang dengan kemampuan dan latar belakang berbeda sering membuat mahasiswa merasa insecure.
Di UBSI Kampus Karawang, mahasiswa datang dari beragam kondisi. Ada yang baru lulus sekolah langsung kuliah, ada yang kuliah sambil bekerja, ada pula yang sebelumnya belum terlalu aktif dalam organisasi atau pengembangan skill digital. Perbedaan pengalaman inilah yang kadang membuat sebagian mahasiswa merasa tertinggal ketika melihat pencapaian teman-temannya.
Padahal, proses setiap orang tidak bisa disamakan. Mahasiswa yang terlihat aktif belum tentu tidak pernah bingung. Sebaliknya, mahasiswa yang masih mencari arah bukan berarti gagal berkembang. Banyak mahasiswa justru baru menemukan minat dan potensinya setelah menjalani beberapa semester.
“Aku dulu minder banget karena teman-teman udah punya skill macam-macam. Tapi pas mulai ikut kepanitiaan kampus, ternyata aku jadi lebih pede ngobrol dan kerja bareng orang lain,” kata Rizky Nur Rohman, mahasiswa Sistem Informasi UBSI Kampus Karawang, Rabu (13/5).
Lingkungan kampus memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami proses dirinya. Lingkungan yang terlalu kompetitif tanpa ruang untuk mencoba bisa membuat rasa tertinggal semakin besar. Sebaliknya, lingkungan yang suportif dapat membantu mahasiswa lebih berani mengambil langkah kecil tanpa takut dibanding-bandingkan.
Karena itu, mahasiswa perlu belajar mengelola rasa insecure dengan lebih sehat. Salah satunya dengan mengurangi kebiasaan membandingkan progres diri dengan pencapaian orang lain di media sosial. Fokus pada perkembangan pribadi sering kali jauh lebih membantu daripada terus-menerus melihat pencapaian orang lain sebagai ukuran keberhasilan.
Mahasiswa juga bisa mulai mencari pengalaman sesuai minatnya sendiri. Bisa melalui organisasi, kepanitiaan, webinar, komunitas, magang, atau membangun skill kecil secara konsisten. Tidak harus langsung hebat. Tidak harus langsung terlihat berhasil. Yang penting ada langkah yang terus dijalani.
Pada akhirnya, kuliah bukan perlombaan siapa yang paling cepat terlihat sukses. Ada yang berkembang melalui organisasi, ada yang tumbuh lewat pengalaman kerja, ada yang menemukan arah setelah gagal mencoba beberapa hal. Rasa tertinggal mungkin sesekali tetap datang, tetapi itu bukan tanda bahwa perjalanan seseorang lebih buruk dari orang lain.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Slipi Berikan Edukasi Peluang Kerja Digital bagi Masyarakat
Karena di masa kuliah, yang paling penting bukan menjadi paling cepat, melainkan tetap bergerak dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk bertumbuh.
Bagi kamu yang ingin kuliah di lingkungan yang suportif, memberi ruang untuk berkembang, dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja digital, UBSI Kampus Karawang membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Informasi program studi, beasiswa, dan pendaftaran dapat diakses melalui https://pmbubsi.id. Jangan takut mulai pelan-pelan, karena langkah kecil hari ini tetap bisa membawa kamu ke masa depan yang lebih besar.