Pelatihan Internet Sebagai Media Informasi Dan Komunikasi Untuk Santri Pondok Pesantren Daarul Hasanah Bogor
BOGOR BSI NEWS.
Dampak dari pandemi Covid 19 begitu besar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat diberbagai bidang. Peraturan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak menyebabkan terputusnya informasi ilmu pengetahuan terutama dibidang pendidikan.
Maka Dalam era new normal ini, mentri keagamaan pun telah menerbitkan panduan pembelajaran pada masa covid-19 yang di khususkan bagi pesantren. Panduan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari surat keputusan bersama Kemendikbud, Kemenag, Kemenkes, dan Kemendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi covid-19 ini. Panduan-panduan tersebut yaitu Membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid-19, Memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan, Aman dari covid-19 dengan dibuktikan oleh surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 atau pemerintah daerah setempat, dan Pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik dalam kondisi sehat, dan dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
Dalam mensukseskan pendidikan pada pondok pesantren di perlukan pembelajaran yang bisa menambah ilmu pengetahuan teknologi dan informasi para santri, oleh karena itu para santri setidaknya di haruskan mendapatkan pelatihan dalam penggunaan internet untuk menambah pengetahuan mereka dibidang umum dan khususnya dibidang agama. maka dari itu kami sebagai pengajar di Universitas Bina Sarana Informatika tergerak untuk bisa memberikan pelatihan internet pada pondok pesantren Daarul Hasanah, sehingga diharapkan para santri pada pondok pesantren tersebut mendapatkan pengetahuan dasar tentang internet dan bagaimana menggunakan aplikasi yang terhubung pada internet untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas di bidang agama.
Selain sebagai bentuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen yang beranggotakan empat orang dosen yaitu Roy Irawan, Darma Wijaya, Intan Kusuma Dewi dan Indra Prana serta tiga mahasiswa UBSI yaitu Wulan Ade Putriani, Indri Saraswati, Ferri Fredilay yang juga merasa bertanggung jawab atas tercapainya tingkat efektifitas pembelajaran dan pendidikan para santri dan santriwati yang saat ini menjadi peserta pada kegiatan pengabdian masyarakat, yang telah dilaksanakan hari Minggu, tanggal 21 Maret 2021 lalu di Aula pondok pesantren Daarul Hasanah yang berada di daerah Jln. Abdul Fatah Kampung Babakan Desa Cinangneng Kecamatan Tenjolaya Bogor Barat, yang dilaksanakan secara offline dan online (Zoom Meeting), dengan mengusung tema “Pelatihan internet sebagai media informasi dan komunikasi untuk santri pada Pondok Pesantren Daarul Hasanah Bogor”.
Pada kegiatan yang berlangsung pada hari tersebut diikuti oleh kurang lebih 20 orang peserta dari santri dan santriwati yang berada dipondok pesantren daarul hasanah diikuti 3 orang panita yang datang langsung kelapangan dan selebihnya panitia melakukan zoom meeting.
Darma Wijaya selaku tutor dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa “Penggunaan internet sangat dibutuhkan untuk bisa mendapatkan informasi yang luas dibidang ilmu pengetahuan keagamaan dan ilmu pengetahuan lainnya, sehingga menjadikan lulusan santri pondok pesantren tidak kalah pintarnya dengan lulusan sekolah pendidikan formal pada umumnya , karena dengan ilmu pengetahuan yang bisa didapat dari penggunaan internet menjadikan santri dan santri wati lebih banyak masukkan pengetahuan dibidang pendidikan umum dan dibidang agama islam.
Dari penggunaan internet maka kita bisa mendapatkan pengetahuan keagamaan islam dari blog para ulama dan para ustadz yang menyiarkan ilmu agama islam yang ditulis dalam blog mereka ataupun bisa mengetahui ilmu agama islam dari film dokumentary ataupun ceramah rohani islam yang di broadcast di channel youtube yang menyiarkan pengetahuan berkisar agama islam, dan banyak kegunaan internet lainnya apabila dilihat dari segi positif keagamaan.
Selama kegiatan berlangsung, rasa antusias para santri dan santriwati menyambut kegiatan ini dengan sangat baik. Begitupun dengan para ustadz sebagai pendidik yang juga berpartisipasi dalam menyediakan fasilitas pra sarana yang menunjang dan melakukan pendataan pada peserta. Tidak sampai disitu saja, rasa antusias peserta ditunjukan dengan berbagai macam pertanyaan yang menunjukan rasa ketertarikan terhadap materi yang disampaikan. Diakhir acara panitia memberikan pertanyaan kepada para peserta dan bingkisan bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan, serta panitia memberikan santunan kepada para santri dan santriwati karena telah ikut serta dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

