PKM UBSI Kampus Karawang Tanamkan Etika Pertemanan Berbasis Nilai Pancasila di SDN Kondangjaya 1

0 17

BSINews, Karawang – Pendidikan karakter sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang mampu menghargai perbedaan dan menjalin hubungan sosial yang positif. Berangkat dari semangat itu, empat mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mengusung tema “Nilai Pancasila Sebagai Kunci Teman yang Baik dan Saling Menghargai” di SDN Kondangjaya 1. Kegiatan berlangsung pukul 07.30–10.00 WIB dan melibatkan seluruh siswa sekolah dasar pada Selasa (04/11).

Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Bentuk Karakter Anak Lewat PKM Berbasis Pancasila

Tim mahasiswa terdiri dari Arliansyah Dzaky Ramadhan sebagai ketua kelompok, bersama Novri Arta Aulia Manalu, Rifky Dwi Alfiansyah, dan Zahra Mutiara Dewi. Mereka berperan sebagai fasilitator pembelajaran interaktif untuk menanamkan pemahaman nilai moral dan karakter sejak usia dini sebagai respons terhadap fenomena menurunnya sikap saling menghormati di kalangan pelajar.

Arliansyah Dzaky Ramadhan menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga panduan etika dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pertemanan.

“Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini bahwa Pancasila sangat relevan untuk membangun karakter, menghargai perbedaan, dan menciptakan pertemanan yang sehat,” ucapnya dalam keterangan rilis, Rabu (05/11).

Baca juga: UBSI Kampus Karawang Hadir di Milangkala SMAN 1 Telagasari, Tawarkan Informasi Beasiswa dan Program Studi

Selain itu, para mahasiswa memaparkan nilai-nilai Pancasila melalui contoh situasi sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti perilaku saling menghina, egois dalam bermain, hingga sikap rasisme yang dapat menyakiti perasaan teman. Penjelasan dikaitkan dengan lima sila Pancasila sebagai pedoman sikap etis dan harmonis dalam pergaulan.

Begitupun dalam sesi diskusi, siswa diajak berbagi pengalaman terkait pertemanan untuk mengenali konflik yang biasanya muncul di lingkungan sekolah. Pendekatan ini membantu siswa memahami pentingnya menghargai setiap individu tanpa memandang perbedaan.

Mahasiswa UBSI kampus Karawang kemudian menerapkan metode learning by doing, yaitu latihan langsung mendengarkan pendapat teman, menghargai keberagaman, menghindari perundungan, serta mengutamakan sikap sopan saat berkomunikasi. Praktik ini menunjukkan bahwa penerapan Pancasila dapat dilakukan melalui tindakan kecil yang konsisten.

“Saling menghargai merupakan dasar dalam cara berteman yang sehat. Dari hal kecil seperti menghormati pendapat teman, kita bisa membangun hubungan yang baik,” ujar Rifky Dwi Alfiansyah.

Zahra Mutiara Dewi menambahkan bahwa penyampaian nilai bangsa perlu dilakukan secara ramah dan dekat dengan karakter generasi muda agar mudah dipahami dan diterapkan.

Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan PKM karena pemahaman tentang toleransi dan etika pertemanan dinilai semakin penting terutama di era digital, ketika anak-anak sering terpapar perilaku negatif dari lingkungan maupun media sosial. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi bagi siswa untuk menilai ulang sikap mereka dalam berteman.

Baca juga: UBSI Kampus Digital Kreatif Gerakkan Literasi AI di Kalangan Pelajar Karawang

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan bahwa kegiatan PKM ini sejalan dengan komitmen mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat, etika, dan rasa saling menghargai. Penanaman nilai Pancasila sejak usia dini dipercaya mampu mendorong lahirnya masyarakat yang inklusif, beradab, dan empatik.

Melalui implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sosial siswa, kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi fondasi pembentukan karakter untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjaga hubungan pertemanan yang sehat dan saling menghormati.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.