BSINews, Karawang — Di era digital yang berkembang pesat, penguasaan teknologi menjadi keterampilan penting bagi generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja dan pendidikan. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk “Implementasi Teknologi Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Literasi Digital dan Inovasi Pembelajaran bagi Siswa PKBM Nurul Furqon”. Kegiatan PKM ini berlangsung di Aula PKBM Nurul Furqon, Karawang, Jawa Barat sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB, pada Selasa (18/11).
PKM UBSI di PKBM Nurul Furqon Tingkatkan Literasi Digital dan Penerapan AI bagi Peserta Didik Nonformal
Salman Alfarizi selaku dosen Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Karawang, hadir dalam PKM ini sebagai narasumber utama. Menurut Salman, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat, melainkan pemahaman prinsip dasar teknologi serta kemampuan memanfaatkannya secara etis, termasuk pemahaman dasar tentang AI.
“Literasi digital tidak hanya sekadar mampu menggunakan perangkat. Siswa perlu memahami prinsip dasar teknologi, termasuk bagaimana AI bekerja dan bagaimana memanfaatkannya secara etis dalam pembelajaran,” jelas Salman dalam keterangan rilis, Rabu (19/11).
Materi PKM dirancang agar siswa memahami konsep AI secara menyeluruh, mulai dari pengenalan dasar, hingga contoh penerapan praktis di bidang pendidikan. Peserta dikenalkan dengan berbagai aplikasi AI, seperti chatbot edukatif, sistem rekomendasi materi, serta alat bantu penulisan dan pengolahan suara. Pendekatan ini bertujuan agar siswa dapat melihat langsung bagaimana teknologi dapat mempermudah proses belajar dan mendukung pembelajaran mandiri.
Baca juga: Upgrade Skill Akuntansi Digitalmu! HIMSIA UBSI Karawang Gelar Workshop ABSS Premier 2025
Selain paparan teori, kegiatan ini juga menyertakan sesi praktik interaktif. Siswa mencoba membuat ringkasan otomatis, menggunakan asisten digital untuk memperbaiki tata bahasa, dan mengenal alat desain berbasis AI untuk pembuatan materi visual. Metode praktik ini membekali peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan keterampilan dasar yang aplikatif dan relevan, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap teknologi.
Selain memberikan pemahaman praktis, kegiatan PKM ini juga menekankan pentingnya etika digital. Siswa diajarkan bagaimana memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, memahami privasi data, dan membangun kesadaran akan dampak teknologi terhadap masyarakat. Hal ini bertujuan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga cerdas secara sosial dalam memanfaatkan teknologi digital.
Pelaksanaan PKM ini juga membuka peluang bagi para siswa untuk mengenal lebih jauh dunia perkuliahan di UBSI kampus Karawang. Informasi mengenai program studi unggulan, fasilitas laboratorium digital, serta kegiatan belajar berbasis praktik diperkenalkan, sehingga siswa dapat membayangkan jalur pendidikan lebih lanjut yang sesuai minat mereka. UBSI kampus Karawang memberikan gambaran nyata tentang bagaimana pendidikan tinggi berbasis teknologi bisa membekali mahasiswa dengan kompetensi yang siap pakai di dunia kerja.
Kepala PKBM Nurul Furqon menyambut baik pelaksanaan PKM ini. Ia menekankan bahwa akses literasi digital menjadi modal penting bagi peserta didik nonformal agar memiliki percaya diri dan kemampuan bersaing di era digital.
“Program seperti ini membantu kami menjembatani kesenjangan akses pendidikan teknologi di lingkungan kami,” ujarnya.
Baca juga: Podium Tak Cukup! Usai Raih Juara 3, Ananda Aprilia Targetkan Juara 1 di BSI Flash Selanjutnya
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama saat sesi praktik berlangsung. Salah satu siswa menyebutkan:
“Saya kaget karena AI ternyata bisa membantu membuat ringkasan pelajaran dan memberi ide ketika kita stuck,” ungkapnya.
Pelaksanaan PKM ini menjadi bukti nyata kontribusi UBSI kampus Karawang sebagai Kampus Digital Kreatif dalam pemerataan pendidikan teknologi, khususnya di lembaga nonformal seperti PKBM Nurul Furqon. UBSI berharap program serupa dapat diperluas ke daerah lain agar semakin banyak pelajar memperoleh literasi digital, keterampilan praktis, dan kesiapan menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun industri.
Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan nonformal, PKM ini juga menjadi sarana inovasi pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. UBSI berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program pengabdian berkelanjutan, sekaligus membentuk generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi transformasi digital.(Dina Olivia)