Poster Digital Berbasis AI Jadi Cara Baru Kenalkan Budaya Betawi ke Generasi Muda

0 3

BSINews, Jakarta — Upaya mengenalkan budaya Betawi kepada generasi muda terus berkembang mengikuti perubahan media komunikasi. Salah satunya melalui pemanfaatan poster digital yang memadukan unsur budaya dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif memberikan pelatihan perancangan poster digital kepada komunitas Seniman Intelektual Betawi (SIB) pada Minggu (27/9) di Rumah Gede Aditya’s, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Poster Digital Berbasis AI Jadi Cara Baru Kenalkan Budaya Betawi ke Generasi Muda

Pelatihan bertajuk “Pelatihan Perancangan Poster Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai Media Pelestarian Budaya Betawi” tersebut dirancang untuk membantu anggota SIB mengemas pesan budaya melalui media visual yang dekat dengan keseharian masyarakat. Poster digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kegiatan seni, menyampaikan informasi budaya, hingga menjadi materi publikasi di media sosial.

Peserta terlebih dahulu dikenalkan dengan dasar perancangan poster, mulai dari menentukan konsep, mengatur tata letak, memilih warna, menggunakan tipografi, hingga menyusun informasi agar mudah dibaca. Berbagai unsur budaya Betawi seperti gigi balang, ondel-ondel, kembang kelapa, busana tradisional, dan kesenian daerah kemudian digunakan sebagai sumber gagasan visual.

Tidak berhenti pada unsur desain, peserta juga diperkenalkan dengan AI generatif sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi ide. Melalui latihan menyusun prompt, peserta mencoba mengembangkan alternatif ilustrasi sesuai tema budaya Betawi yang ingin ditampilkan dalam poster.

Hasil visual dari AI selanjutnya tidak langsung digunakan begitu saja. Peserta diarahkan untuk meninjau kembali bentuk dan makna setiap unsur budaya agar visual yang dihasilkan tetap sesuai dengan konteks. Pengetahuan anggota SIB mengenai budaya Betawi menjadi bagian penting dalam proses tersebut sehingga teknologi berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti pemahaman budaya.

Ketua Komunitas Seniman Intelektual Betawi, Tahyudin Aditya, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan membuat poster digital dapat membantu komunitas menyampaikan berbagai informasi budaya melalui media yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kami menyambut baik pelatihan ini karena kebutuhan publikasi kegiatan budaya sekarang semakin banyak dilakukan melalui media digital. Anggota komunitas memiliki cerita dan pengetahuan tentang budaya Betawi yang ingin dibagikan kepada masyarakat. Dengan mempelajari cara membuat poster, kami berharap dapat menyampaikan pesan tersebut secara lebih menarik, terutama kepada generasi muda. Kami juga merasa terbantu karena prosesnya dipelajari melalui praktik langsung dan tetap memberi ruang bagi kami untuk menentukan bagaimana budaya Betawi ditampilkan,” ujar Tahyudin dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Selasa (29/9).

Baca Juga : PKM Internasional, Dosen UBSI Perkuat UMKM Gula Gendis Asri Hadapi Era Digital

Memasuki sesi praktik, peserta mulai menggabungkan aset visual, teks, dan identitas komunitas ke dalam rancangan poster. Proses penyempurnaan dilakukan dengan memperhatikan komposisi, keterbacaan, serta ukuran berkas agar karya siap digunakan untuk kebutuhan publikasi di media sosial.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Khairuzaky bersama Sri Wahyuning Septarina, Ari Nuryanto, dan I Putu Giri Sadhana. Dua mahasiswa DKV UBSI, Abdullah Faqih Albar dan Nazwa Natasya, turut terlibat dalam pendampingan peserta, evaluasi, dan dokumentasi kegiatan.

Melalui kegiatan ini, keterampilan yang diperoleh anggota SIB diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membuat materi publikasi secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Poster digital yang dihasilkan juga dapat menjadi salah satu media untuk memperluas pengenalan seni dan tradisi Betawi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Pemanfaatan AI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari eksplorasi teknologi untuk mendukung komunikasi budaya. Dengan penggunaan yang tetap memperhatikan ketepatan unsur dan makna budaya, teknologi digital dapat membuka ruang baru bagi budaya Betawi untuk terus hadir dan dikenal di tengah perkembangan komunikasi digital. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.