Prestasi Mahasiswa UBSI di Pon Bela Diri Kudus 2025

0 14

BSINews, Karawang – Prestasi mahasiswa kembali ditunjukkan melalui semangat juang dan dedikasi tinggi di ajang olahraga nasional. Kali ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif mencatatkan kiprah mahasiswanya dalam Pon Bela Diri Kudus 2025 melalui cabang olahraga judo.

Suasana GOR Djarum Kudus pada Minggu (12/10) terasa berbeda dari biasanya. Sorak sorai penonton berpadu dengan suara gesekan tatami yang menggema di arena pertandingan. Di tengah atmosfer kompetisi tersebut, Muhammad Rizqi Maulana selaku mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Karawang, tampil dengan tekad kuat di kelas 60 kg cabang olahraga judo.

UBSI kampus Karawang terus mendorong mahasiswanya untuk berkembang tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga prestasi non-akademik. Hal ini tercermin dari langkah Rizqi yang turun berlaga di kelas 60 kg cabang olahraga judo, membawa semangat juang generasi muda yang pantang menyerah.

Perjuangan Prestasi Mahasiswa di Tengah Persaingan Ketat

Rizqi menilai kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ruang pembuktian diri atas proses latihan panjang yang telah ia jalani. Ia menjelaskan bahwa setiap laga menuntut kesiapan fisik sekaligus ketangguhan mental.

“Kesan bertanding di kejuaraan ini benar-benar menguji bukan hanya tenaga, tetapi juga mental,” ucapnya dalam keterangan rilis, Senin (13/10).

Judo sebagai olahraga bela diri asal Jepang menuntut keseimbangan antara kekuatan, teknik, dan ketenangan berpikir. Di kelas 60 kg, Rizqi harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah, mulai dari Banten, Kalimantan Timur, hingga DKI Jakarta. Setiap pertandingan menjadi ajang adu strategi dan fokus yang tidak mudah.

Baca juga: Jiwa Kreatif Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Berkembang Pesat di Era Digital

Meski demikian, Rizqi mengaku justru mendapatkan banyak pelajaran dari para lawan yang dihadapinya. Tekanan yang muncul di arena berhasil ia ubah menjadi motivasi untuk bertahan hingga akhir pertandingan.

“Lawan dari Banten dan DKI Jakarta itu luar biasa kuat, tetapi di situlah saya bisa belajar banyak hal,” tuturnya.

Di mata penonton, setiap gerakan Rizqi di atas matras terlihat penuh perhitungan. Saat ia berhasil mengeksekusi teknik lemparan dengan sempurna, tepuk tangan riuh pun menggema dari tribun, menjadi simbol bahwa kerja keras dan disiplin selalu menemukan jalannya.

Rizqi menegaskan bahwa kunci utama bertanding di ajang seperti Pon Bela Diri Kudus 2025 bukan hanya terletak pada teknik, tetapi juga mentalitas. Fokus dan keyakinan menjadi penopang utama ketika fisik mulai mencapai batasnya. Di sisi lain, ia harus membagi waktu antara perkuliahan di UBSI kampus Karawang dengan jadwal latihan yang padat.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Tampil di SEA Games Thailand 2025 dan Dapat Emas

Lebih dari sekadar prestasi, pengalaman ini menjadi ruang pembelajaran berharga bagi Rizqi. Ia belajar tentang disiplin, pengendalian diri, serta keseimbangan dalam mengambil keputusan, nilai-nilai yang relevan baik di arena pertandingan maupun dalam kehidupan akademik.

Pon Bela Diri Kudus 2025 pun menjadi tonggak penting dalam perjalanan Rizqi. Dari arena ini, semangat juang dan karakter tangguh terus ditempa. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif senantiasa mendukung lahirnya mahasiswa berprestasi yang siap membawa nama kampus ke tingkat yang lebih tinggi.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.