Pustakawan UBSI Tasikmalaya Dukung Penulisan Konten Lokal Berbasis Budaya Daerah
BSINews, Tasikmalaya – Upaya melestarikan budaya lokal Kota Tasikmalaya terus digencarkan. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Konten Lokal yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI.
Pustakawan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya, pada Rabu (1/10). Keterlibatan ini menunjukkan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui literasi.
Bimtek ini merupakan tahap kedua dalam proses penulisan konten lokal Kota Tasikmalaya, diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari siswa, mahasiswa, pustakawan, penulis, pegiat literasi, dan masyarakat umum. Hadir sebagai pembicara utama adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tasikmalaya, H. Andi Abdullah dan penulis Kota Tasikmalaya, Dudi Rohdinulhak.
Dalam sambutannya, H. Andi menekankan pentingnya sinergi lintas jenis perpustakaan dan kapasitas masyarakat dalam mendokumentasikan kekayaan budaya lokal.
“Bimtek penulisan konten lokal sangat penting sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda dan pegiat literasi, dalam mendokumentasikan kekayaan budaya dan kearifan lokal Kota Tasikmalaya. Melalui bimbingan teknis ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan menulis yang sesuai kaidah, sehingga konten budaya lokal dapat disampaikan secara menarik, akurat, dan bernilai edukatif,” ujarnya.
Baca juga: AI dan Otomatisasi di Perpustakaan: Revolusi atau Ancaman?
Ia menekankan bahwa penulisan konten lokal menjadi langkah penting supaya budaya lokal dapat dilestarikan dan dikenal oleh masyarakat luas.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pelestarian budaya melalui media tulis, memperkuat identitas daerah, serta memperluas jangkauan promosi budaya Tasikmalaya ke khalayak yang lebih luas. Dengan adanya bimtek ini, diharapkan akan lahir lebih banyak karya tulis yang merekam sejarah, tradisi, dan nilai-nilai lokal agar tidak hilang ditelan zaman,” tegasnya.