Dari Puteri Pendidikan Indonesia 2019, Chila Kini Jadi Mahasiswa S2 UBSI

0 7

BSINews, Bekasi – Menjadi mahasiswa baru tidak selalu berarti memulai perjalanan dari titik nol. Bagi Prisca Prischila, status sebagai mahasiswa pascasarjana Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) justru menjadi babak baru setelah sebelumnya menjalani perjalanan sebagai Puteri Pendidikan Indonesia 2019.

Prisca Prischila, yang akrab disapa Chila, kini tercatat sebagai mahasiswa S2 Manajemen UBSI Kampus Kramat. Ia hadir dalam kegiatan Seminar Motivasi (SEMOT) UBSI yang digelar di BSI Convention Center (BSI Convex) pada Minggu (20/9), sekaligus berbagi cerita dan motivasi dengan mahasiswa baru UBSI 2026.

Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Dukung Putera Puteri Kalbar 2026, Prestasi Generasi Muda Terhubung dengan Kesempatan Pendidikan

Perjalanan Chila bersama dunia pendidikan sebenarnya telah dimulai jauh sebelum dirinya menjadi mahasiswa pascasarjana. Pada 2019, ia mengikuti ajang Puteri Pendidikan Indonesia karena melihat adanya ruang yang lebih luas untuk berkontribusi di bidang pendidikan.

Menurut Chila, Yayasan Pemuda Prestasi Dan Duta Pendidikan Indonesia tidak hanya melihat pendidikan dari sisi akademik yang sering kali identik dengan angka, matematika, atau fisika. Lebih dari itu, terdapat perhatian terhadap pendidikan nonakademik dan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh persoalan di masyarakat.

Salah satunya adalah program edukasi Go Healthy yang dijalankan pada masa pandemi. Program tersebut mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan, termasuk penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan.

Pengalaman tersebut kemudian membuat Chila tidak hanya menjalani ajang Puteri Pendidikan sebagai sebuah kompetisi, tetapi juga sebagai ruang untuk membawa gagasan yang dapat disampaikan kepada generasi muda.

Membawa Pesan Active, Brave, Clever

Saat menjadi Puteri Pendidikan Indonesia 2019, Chila mengkampanyekan sebuah program bernama ABC atau Active, Brave, Clever. Program tersebut berangkat dari gagasan sederhana tentang keberanian anak muda untuk menyampaikan pendapat, tetapi tetap memiliki dasar dan pengetahuan yang kuat.

Melalui aspek Active dan Brave, Chila mendorong generasi muda agar lebih aktif menyuarakan pemikiran serta berani memberikan kontribusi bagi lingkungan terdekat. Menurutnya, keberanian untuk berbicara menjadi penting karena masih ada anak muda yang sebenarnya memiliki gagasan, tetapi memilih diam karena kurang percaya diri.

Sementara itu, aspek Clever menjadi pengingat bahwa keberanian menyampaikan pendapat perlu diikuti dengan persiapan. Pendapat yang disampaikan sebaiknya memiliki landasan, latar belakang, dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga keberanian berbicara tidak berubah menjadi sekadar berbicara tanpa dasar.

Dari Puteri Pendidikan ke Bangku S2 UBSI

Kini sekitar enam hingga tujuh tahun setelah menyandang gelar Puteri Pendidikan Indonesia 2019, Chila kembali menjalani dunia pendidikan sebagai mahasiswa. Ia memilih melanjutkan studi S2 Manajemen di UBSI Kampus Kramat.

Di tengah aktivitas sebagai mahasiswa, pekerja, dan figur publik, Chila menyadari bahwa mengatur waktu menjadi bagian penting dari kesehariannya. Ia berpegang pada moto yayasan yang pernah menaunginya, “Setahun menjabat, selamanya menginspirasi.”

Menurut Chila, tanggung jawab hariannya di yayasan saat ini tidak sepadat ketika dirinya masih aktif menjabat. Namun, berbagai aktivitas tetap membutuhkan kemampuan menentukan prioritas dan mengatur jadwal.

Kehadiran Chila dalam SEMOT UBSI 2026 pun menjadi menarik karena ia datang bukan hanya sebagai figur yang pernah menyandang gelar Puteri Pendidikan Indonesia. Ia juga hadir sebagai mahasiswa baru S2 UBSI yang sedang melanjutkan perjalanan pendidikannya.

Menyaksikan Energi Mahasiswa Baru UBSI

Menurut Chila, energi mahasiswa baru UBSI terasa begitu kuat. Bahkan sejak sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 pagi, suasana sudah dipenuhi suara dan antusiasme mahasiswa yang bersiap mengikuti rangkaian kegiatan.

Energi tersebut tidak berhenti ketika kegiatan dimulai. Hingga menjelang waktu makan siang, mahasiswa baru tetap mengikuti rangkaian acara dan menyimak berbagai cerita inspiratif serta motivasi dari para narasumber.

Baca juga: UBSI Hadiri Malam Puncak Puteri Indonesia 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Generasi Muda Berprestasi

Bagi Chila antusiasme tersebut merupakan modal awal yang baik untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Namun, energi yang muncul dalam satu kegiatan tentu perlu diteruskan dalam keseharian selama menjalani perkuliahan.

“Perjalanan empat tahun sebagai mahasiswa S1 nantinya tidak hanya akan dipenuhi tugas dan ruang kelas. Akan ada kesempatan untuk mencoba berbagai hal, membangun keberanian, mengembangkan kemampuan, serta menemukan cara masing-masing untuk memberikan kontribusi,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.