Seleksi BSI Explore 2026 di UBSI Kampus Karawang Makin Ketat, Mahasiswa Diuji Kesiapan Terjun ke Desa
BSINews, Karawang – Tidak semua mahasiswa yang ingin ikut pengabdian masyarakat benar-benar siap menghadapi masyarakat. Kadang, semangat sudah ada, teori juga cukup, tetapi ketika diminta menjelaskan solusi sederhana untuk masalah nyata, lidah mendadak kaku. Di situlah proses seleksi menemukan maknanya.
Sebanyak 9 mahasiswa mengikuti tahap interview BSI Explore 2026 di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 60 persen peserta yang diproyeksikan lolos ke tahap berikutnya sebelum diterjunkan dalam program pengabdian masyarakat di puluhan desa.
Baca juga: BSI Explore 2026: Saat Mahasiswa UBSI Turun ke Lapangan, Bukan Cuma Duduk di Kelas
Tahap interview yang berlangsung selama beberapa hari ini tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta. Lebih jauh, mahasiswa dihadapkan pada simulasi kondisi lapangan, mulai dari cara menghadapi masyarakat, membaca kebutuhan desa, hingga menyusun solusi yang realistis dalam waktu terbatas.
Koordinator Marketing and Communication (Marcomm) UBSI Kampus Karawang, Walim, menjelaskan bahwa sebagian peserta mengalami kendala bukan karena kurang pintar secara teori, tetapi karena belum cukup siap secara praktis.
“Kami menemukan sebagian peserta masih kesulitan menjelaskan ide secara sederhana. Padahal di lapangan, mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan solusi yang mudah dipahami,” ujar Walim, Sabtu (28/3).
Menurut Walim, standar kelulusan tahun ini dibuat lebih ketat karena BSI Explore bukan sekadar kegiatan kunjungan atau agenda seremonial. Program ini menuntut mahasiswa memiliki kesiapan mental, kemampuan komunikasi, serta kepekaan sosial ketika berada di tengah masyarakat.
“Peserta yang lolos bukan hanya yang pintar secara teori, tapi yang mampu beradaptasi cepat dan punya kepekaan sosial. Itu yang jadi pembeda utama,” tambahnya.
Suasana interview berlangsung cukup menegangkan. Beberapa peserta harus berpikir cepat ketika diberikan studi kasus mendadak oleh tim penilai. Mereka diminta menyesuaikan solusi dengan konteks desa yang beragam, termasuk persoalan UMKM, literasi digital, hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu peserta BSI Explore asal UBSI Kampus Karawang, Kohar, mengaku tahap interview tersebut lebih menantang dari yang ia bayangkan.
“Saya sempat gugup karena ditanya langsung tentang solusi untuk UMKM di desa. Ternyata tidak cukup hanya teori, harus benar-benar paham praktiknya,” ungkap mahasiswa berusia 20 tahun tersebut, Sabtu (28/3).
Saat ini, panitia masih melakukan rekapitulasi nilai untuk menentukan daftar final peserta yang lolos. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat dan akan menjadi penentu siapa saja yang berhak mengikuti tahap pembekalan sebelum terjun langsung ke lapangan.
Dengan proses seleksi yang semakin ketat, BSI Explore 2026 diharapkan diikuti oleh mahasiswa yang tidak hanya siap membawa program, tetapi juga siap mendengar, memahami, dan belajar dari masyarakat.
Karena pengabdian masyarakat bukan soal datang membawa jawaban paling canggih. Kadang, yang paling dibutuhkan justru kemampuan untuk hadir, mendengar dengan rendah hati, lalu menyusun solusi yang benar-benar bisa digunakan.
Bagi lulusan SMA/SMK/MA yang ingin kuliah di kampus yang memberi ruang pengalaman nyata, pengabdian masyarakat, dan pengembangan soft skill sejak dini, UBSI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Informasi program studi, beasiswa, dan pendaftaran dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.