Strategi Room Attendant Jaga Kualitas Layanan Saat High Season di Hotel Khas Malioboro Yogyakarta
BSINews, Yogyakarta – Meningkatnya jumlah tamu saat musim liburan atau high season menjadi tantangan tersendiri bagi industri perhotelan untuk tetap mempertahankan kualitas layanan. Kondisi tersebut mendorong berbagai hotel menerapkan strategi operasional yang efektif agar kebersihan, kenyamanan, dan kepuasan tamu tetap terjaga. Fenomena ini menjadi fokus penelitian yang dipublikasikan pada Juni 2026 oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, Erlangga Brahmanto dan Sri Maharani, dalam Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce (Digital Bisnis) Volume 5 Nomor 2 pada Rabu (24/6).
Strategi Room Attendant Jaga Kualitas Layanan Saat High Season di Hotel Khas Malioboro Yogyakarta
Penelitian berjudul “Attendant Waktu High Season pada Hotel Khas Malioboro Yogyakarta” bertujuan mengidentifikasi strategi yang diterapkan Hotel Khas Malioboro Yogyakarta dalam menjaga kualitas kinerja room attendant ketika tingkat hunian hotel meningkat secara signifikan.
Dalam industri perhotelan, departemen housekeeping memiliki peran penting karena bertanggung jawab menjaga kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan keamanan kamar tamu. Saat okupansi meningkat, beban kerja room attendant pun bertambah sehingga diperlukan sistem kerja yang mampu mempertahankan standar pelayanan tanpa mengurangi kualitas.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Executive Housekeeper, Supervisor Housekeeper, serta dua orang Room Boy di Hotel Khas Malioboro Yogyakarta untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pola kerja selama masa high season.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang diterapkan hotel adalah memastikan seluruh room attendant bekerja secara disiplin dan konsisten sesuai Standard Operating Procedure (SOP) atau step by step cleaning procedure. Penerapan SOP secara menyeluruh dinilai mampu menjaga kualitas kebersihan kamar sekaligus meminimalkan kesalahan operasional meskipun volume pekerjaan meningkat.
Prosedur tersebut meliputi persiapan peralatan dan set up trolley, penentuan prioritas kamar yang dibersihkan, proses stripping, making bed, dusting dengan metode clockwise, pembersihan kamar mandi, restocking perlengkapan kamar, vacuuming, hingga pemeriksaan akhir dan pelaporan hasil pekerjaan. Seluruh tahapan dilakukan secara sistematis untuk memastikan standar layanan tetap terpenuhi.
Selain aspek teknis, penelitian juga menemukan bahwa kedisiplinan dalam personal grooming dan ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam menjaga profesionalisme pelayanan. Seluruh room attendant diwajibkan hadir paling lambat 15 menit sebelum jam kerja dimulai serta menjaga penampilan tetap rapi dan bersih selama bertugas.
Di sisi lain, manajemen hotel turut memberikan dukungan melalui program motivasi, penghargaan (reward), serta pelatihan kerja (job training) kepada para karyawan. Langkah tersebut bertujuan menjaga semangat kerja sekaligus meningkatkan kompetensi staf dalam menghadapi tekanan operasional selama masa kunjungan tinggi. Ketersediaan linen dan perlengkapan kebersihan juga dipastikan tetap mencukupi agar proses pelayanan berjalan lancar.
Erlangga Brahmanto menjelaskan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara penerapan standar operasional dan pengelolaan sumber daya manusia dalam menjaga kualitas layanan hotel.
“Konsistensi menjalankan SOP yang didukung kedisiplinan karyawan serta manajemen sumber daya manusia yang baik menjadi faktor utama dalam mempertahankan kualitas pelayanan, terutama ketika hotel menghadapi lonjakan okupansi pada masa high season,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Yogyakarta Rabu (24/6).
Baca Juga : Peran Kepala Ruangan dalam Menjamin Kualitas Pelayanan Keperawatan
Melalui penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa penerapan SOP secara konsisten, didukung pengelolaan SDM yang efektif, mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kesalahan operasional, serta menjaga kepuasan tamu. Strategi tersebut pada akhirnya menjadi salah satu faktor penting dalam membangun loyalitas pelanggan sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis hotel di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin dinamis. (Safika)