Tim Peneliti UBSI Matangkan Riset Perilaku Pembelian Hijau Mahasiswa Melalui FGD di Mataram
BSINews, Mataram – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus mendorong penguatan riset kolaboratif untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan melalui pendekatan berbasis data. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) tim peneliti dosen UBSI di Universitas Teknologi Mataram pada Jumat (7/8).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan penelitian yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dirjen Risbang Kemdiktisaintek) tahun pendanaan 2026 melalui Skema Penelitian Fundamental–Reguler. Melalui skema tersebut, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong pengembangan riset yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: FKB UBSI Gelar Lokakarya FGD untuk Perkuat Riset Komunikasi Era Digital
FGD difokuskan pada pematangan penelitian berjudul “Model Perilaku Pembelian Hijau Mahasiswa Berbasis New Environmental Paradigm (NEP) dan Norma Sosial serta Dampaknya terhadap Sustainable Living.” Diskusi menjadi ruang strategis bagi tim peneliti untuk memperkuat landasan teoritis, mengembangkan kebaruan penelitian, mempertajam metodologi, sekaligus memastikan luaran riset memiliki kontribusi yang relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan berkelanjutan di perguruan tinggi.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Idah Yuniasih menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari persoalan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, darurat sampah, polusi plastik, hingga persoalan limbah makanan yang salah satunya berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan perilaku karena berada pada fase pembentukan pola pikir, nilai, dan kebiasaan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat di masa mendatang.
“Mahasiswa memiliki peran vital sebagai future agents of change dalam membangun budaya konsumsi ramah lingkungan. Karena itu, riset ini menguji bagaimana paradigma ekologis dan norma sosial membentuk pola pembelian hijau mahasiswa, sekaligus melihat sejauh mana perilaku tersebut dapat mendorong penerapan gaya hidup berkelanjutan secara nyata,” ujar Idah dalam keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (8/8).
Penelitian ini menggunakan pendekatan New Environmental Paradigm (NEP) dan norma sosial untuk memahami faktor yang memengaruhi green purchase behavior mahasiswa. Perilaku pembelian hijau tersebut kemudian dikaji kaitannya dengan penerapan sustainable living, sehingga penelitian tidak berhenti pada bagaimana seseorang memilih produk ramah lingkungan, tetapi juga melihat dampaknya terhadap gaya hidup berkelanjutan.
Urgensi penelitian semakin kuat seiring meningkatnya kebutuhan untuk membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui FGD di Universitas Teknologi Mataram, tim peneliti UBSI melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek penelitian agar model yang dikembangkan memiliki dasar ilmiah yang kuat sekaligus mampu menghasilkan temuan yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan tinggi.
Salah satu perhatian utama penelitian adalah bagaimana perguruan tinggi dapat berperan lebih jauh dalam membentuk budaya konsumsi berkelanjutan. Temuan penelitian nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai faktor yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan perilaku pembelian hijau serta bagaimana perilaku tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Riset ini ditargetkan menghasilkan dua luaran utama, yakni publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi serta rekomendasi kebijakan bagi perguruan tinggi. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan dalam merancang program edukasi lingkungan, memperkuat implementasi konsep green campus, serta mendorong kebijakan konsumsi berkelanjutan di lingkungan akademik.
Pelaksanaan FGD sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat kualitas penelitian. Pertukaran perspektif dan diskusi akademik menjadi bagian penting untuk memastikan riset yang dikembangkan mampu menghasilkan temuan yang tajam, relevan, dan memiliki nilai kontribusi yang lebih luas.
Melalui penelitian tersebut, UBSI terus memperkuat perannya dalam menghasilkan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata. Kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas dampak penelitian sekaligus mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap tantangan lingkungan.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik mengenai perilaku konsumen hijau, tetapi juga menjadi salah satu pijakan bagi perguruan tinggi dalam membangun generasi mahasiswa yang memiliki kesadaran ekologis dan mampu menerjemahkannya ke dalam perilaku nyata.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai program pendidikan, riset, dan berbagai inovasi yang dikembangkan UBSI, informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi https://bsi.ac.id atau kunjungi https://pmbubsi.id.