Tingkatkan Daya Saing, Prodi SIA UBSI Gelar Pembekalan Sertifikasi Programmer

0 34

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terus berupaya meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja digital. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan sertifikasi kompetensi skema programmer yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (2/7).

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan persiapan teknis kepada mahasiswa sebelum mengikuti proses sertifikasi resmi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi BSI (LSP BSI). Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat lebih memahami materi uji, alur pelaksanaan, serta standar kompetensi yang diujikan.

Acara pembekalan dibuka oleh moderator, Raja Sabaruddin, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Rizal Amegia selaku perwakilan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi. Dalam sambutannya, Rizal menegaskan pentingnya sinkronisasi kurikulum prodi dengan kebutuhan dunia industri.

Baca juga: Cetak Programmer Kompeten, UBSI Kampus Tasikmalaya Adakan Pembekalan Sertifikasi bagi Mahasiswa

“Program studi kami selalu menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi informasi serta kebijakan nasional, agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya dalam keterangan rilis, Rabu (2/7).

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Dede Firmasyah yang merupakan asesor kompetensi dari LSP BSI. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan bisnis yang semakin kompleks mendorong percepatan di bidang pengembangan perangkat lunak, sehingga profesi programmer menjadi salah satu profesi yang sangat dibutuhkan.

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi penting sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan teknis yang telah diperoleh dari proses belajar, pelatihan, atau pengalaman kerja. Sertifikat ini juga menjadi dokumen resmi yang menunjukkan bahwa individu telah melewati proses asesmen oleh pihak ketiga yang berwenang, dalam hal ini LSP yang berlisensi dari BNSP.

“Dengan memiliki sertifikat kompetensi, para peserta dapat menunjukkan bahwa mereka telah diakui secara profesional. Ini akan sangat berguna untuk bersaing di dunia kerja, terutama di bidang teknologi,” jelas Dede saat menyampaikan materi.

Selain materi terkait urgensi sertifikasi, narasumber juga menjelaskan secara rinci prosedur dan dokumen yang harus disiapkan peserta. Di antaranya adalah pengisian formulir permohonan sertifikasi (FR APL01), asesmen mandiri (FR APL02), serta pengumpulan bukti pendukung yang dibutuhkan. Seluruh dokumen tersebut akan diperiksa oleh asesor untuk memastikan kesesuaian peserta dengan persyaratan skema.

Adapun unit kompetensi yang diujikan meliputi berbagai aspek penguasaan pemrograman, seperti menggunakan spesifikasi program, menulis kode sesuai prinsip dan best practices, mengimplementasikan pemrograman terstruktur dan berorientasi objek, menggunakan komponen pustaka (library), mengakses basis data, mendokumentasikan kode program, melakukan debugging, serta pengujian unit program.

Baca juga: Pembekalan Serkom Programmer SIA Bogor

Kegiatan berlangsung interaktif, dengan antusiasme peserta terlihat dari kehadiran tepat waktu dan partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa mahasiswa UBSI memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan kompetensi dan bersaing di dunia industri digital.

Sebagai penutup, narasumber memberikan motivasi kepada peserta agar hadir dengan kesiapan penuh dalam mengikuti sertifikasi. Ia menyampaikan pesan kunci, “Hadir dengan kesiapan penuh, salam kompeten,” sebagai pengingat pentingnya persiapan menyeluruh dalam menghadapi uji kompetensi.

Program Studi Sistem Informasi Akuntansi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa secara berkala, sejalan dengan semangat UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan unggul yang siap kerja dan kompeten secara profesional.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.