TMII Jadi Jendela Budaya Indonesia: UBSI Gandeng Mahasiswa Filipina untuk Eksplorasi Keberagaman

0 26

BSINews,Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif mengajak lima mahasiswa dari University of Northern Philippines (UNP) untuk mengenal lebih dekat Budaya Indonesia melalui kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (8/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Student Mobility 2025 yang menjalin kerjasama antara UBSI dan UNP.

TMII Jadi Jendela Budaya Indonesia: UBSI Gandeng Mahasiswa Filipina untuk Eksplorasi Keberagaman

Lima mahasiswa UNP yang berpartisipasi adalah Merilizh P. Cabotaje, John Elison C. Caricungan, Marc Chlyde R. Laongayan, Gian Rei A. Catindig, dan Kimberly M. Valdez. Mereka berasal dari College of Business Administration and Accounting UNP.

Kunjungan ini didampingi oleh dua dosen UBSI, Sofyan Marwansyah dan Atri Nodi Maiza Putra, serta Humas UBSI Elah Nurlelah, dan dua Student Buddies UBSI, Shafa Callista Raihana Arif dan Nur Badarul Nashiroh.

Selama di TMII, para mahasiswa UNP berkesempatan menjelajahi berbagai anjungan daerah. Mereka mempelajari keberagaman suku, budaya, adat istiadat, rumah adat, hingga seni tradisional yang menjadi identitas bangsa Indonesia. TMII dipilih sebagai destinasi edukatif yang ideal untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara multikultural dengan lebih dari 1.300 suku bangsa.

Para mahasiswa UNP tampak antusias dalam setiap kunjungan ke anjungan provinsi. Mereka mendokumentasikan pengalaman ini sebagai bahan refleksi budaya dan pembelajaran lintas negara.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa UNP tentang Indonesia, menumbuhkan rasa apresiasi terhadap keberagaman budaya, serta mempererat hubungan persahabatan antara mahasiswa UBSI dan UNP,” ujar Atri dalam keterangan rilis Minggu (9/11).

Baca Juga:Warna-warni Nusantara: Kelas Kreatif Perkenalkan Budaya Indonesia Sejak Dini

Shafa Callista, salah satu Student Buddies UBSI, menambahkan, “City tour ini bukan sekadar jalan-jalan, tetapi juga sesi pembelajaran budaya. Kami ingin mahasiswa UNP memahami Indonesia bukan hanya dari perkuliahan, tetapi melalui pengalaman langsung dan interaksi budaya yang bersifat autentik.” pungkasnya. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.