UBSI Benchmarking ke UGM, Perkuat Budaya Mutu dan Tata Kelola Kampus

0 9

BSINews, Yogyakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan studi banding Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBSI ke Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Jumat (23/10).

Mengusung tema “Penguatan SPMI, Tata Kelola Mutu, dan Budaya Mutu untuk Peningkatan Mutu Berkelanjutan Perguruan Tinggi”, kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang SPMRU, Gedung Pusat UGM, lantai 2 sayap selatan. Kunjungan tersebut bertujuan memperluas wawasan dan mengidentifikasi praktik baik dalam pengelolaan mutu perguruan tinggi yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu di lingkungan UBSI.

Baca juga: UBSI Kampus Fatmawati Hadir di Edufair SMAN 97 Jakarta, Ajak Siswa Rencanakan Masa Depan

UBSI Benchmarking ke UGM

Delegasi UBSI dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Diah Puspitasari, M.Kom, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, bersama Lita Sari Marita, M.Kom, selaku Kepala BPMA, Suparni, M.Kom, selaku Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M), serta Fera Nelfianti, SE, MM, selaku Ketua Lembaga Pengembangan, Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP). Turut serta dalam delegasi tersebut Ahmad Al Kaafi, M.Kom, Esty Purwaningsih, M.Kom, Ela Nurelasari, M.Kom, dan Hilda Rachmi, M.Kom.

Kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini disambut oleh Rosi Setyorini, S.H., M.Sc., selaku Koordinator Bidang Data dan Administrasi Penjaminan Mutu SPMRU UGM. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan oleh Prof. Dr. Drs. Sajarwa, M.Hum., mengenai strategi implementasi SPMI, tata kelola dokumen mutu yang terintegrasi, serta penguatan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam sesi diskusi, delegasi UBSI mendalami penerapan siklus PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan, sebagai bagian penting dalam memastikan standar mutu dijalankan secara konsisten. Diskusi juga membahas tantangan implementasi penjaminan mutu serta berbagai pendekatan untuk mendorong keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam peningkatan kualitas institusi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Assoc. Prof. Dr. Diah Puspitasari, M.Kom, menegaskan bahwa penguatan budaya mutu harus menjadi bagian integral dari strategi pengembangan akademik dan tata kelola perguruan tinggi.

“Studi banding ke UGM menjadi kesempatan penting bagi UBSI untuk memperkaya perspektif dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu yang semakin efektif dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan akademik tidak hanya memenuhi standar yang ditetapkan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan bagi mahasiswa,” kata Dr. Diah dalam keterangan rilis yang diterima, pada Senin (26/10).

Menurutnya, pertukaran pengalaman ant perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mengidentifikasi pendekatan yang relevan dengan kebutuhan institusi. Praktik baik yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan mutu di UBSI.

Sementara itu, Kepala BPMA UBSI, Lita Sari Marita, M.Kom, menyampaikan bahwa benchmarking merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi SPMI melalui pembelajaran langsung dari perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan mutu.

“Bagi kami, benchmarking bukan sekadar kunjungan untuk memperoleh informasi, melainkan proses pembelajaran untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan UBSI. Kami ingin memperkuat konsistensi pelaksanaan PPEPP, mengoptimalkan tata kelola dokumen mutu, serta memastikan hasil evaluasi ditindaklanjuti melalui program peningkatan yang terukur,” jelas Lita.

Baca juga:UBSI Jadi Rujukan SPMI, STTI NIIT Belajar Budaya Mutu ke Kampus Digital Kreatif

Ia menambahkan, keberhasilan penjaminan mutu membutuhkan komitmen bersama dari pimpinan hingga unit operasional. Karena itu, hasil kunjungan diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas evaluasi, dan membangun budaya mutu yang melekat dalam setiap proses kerja di lingkungan universitas.

Melalui kegiatan ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk menelaah dan mengadaptasi praktik baik yang relevan dari UGM guna memperkuat tata kelola mutu secara berkelanjutan.

Kolaborasi dan pertukaran pengetahuan ant perguruan tinggi diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas akademik, efektivitas sistem penjaminan mutu, serta daya saing pendidikan tinggi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.