UBSI dan BRIN Dorong Peternakan Domba Berbasis Teknologi di Garut
BSINews, Garut – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BBRMP Jawa Barat menggelar sosialisasi teknologi Smart Feeding dan Smart Recording. Kegiatan ini berlangsung di Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, pada Senin (31/8). Langkah ini merupakan bagian dari program Bisnis Tani Terpadu (Bintara) untuk mendorong peternakan domba berkelanjutan di kawasan ICARE Jawa Barat.
Sosialisasi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang transisi menuju pengelolaan peternakan modern. Tim UBSI memperkenalkan aplikasi cerdas untuk manajemen pakan dan pencatatan. Sementara itu, sejumlah peneliti BRIN turut memaparkan materi budi daya domba, hijauan pakan, pengolahan pupuk organik, hingga penguatan kelembagaan koperasi.
baca juga: Riset UBSI Tak Berhenti di Kampus, Teknologi Pertanian Diuji dari Kebutuhan Garut
Ketua Kegiatan Bintara dari UBSI, Dr. Diah Puspitasati, M.Kom, menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi tahap krusial sebelum teknologi diterapkan secara luas.
“Pemahaman terhadap sistem yang dikembangkan perlu dibangun bersama agar penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan peternak dan kondisi di lapangan,” kata Dr. Diah.
Ia menambahkan, melalui aplikasi tersebut, peternak nantinya dapat mencatat identitas, bobot, kesehatan, hingga pakan ternak secara terstruktur.
Sementara itu, kehadiran inovasi digital ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat. Sekretaris Desa Karyamekar, Irfan Nurdiansyah, berharap program tersebut memberikan solusi nyata yang aplikatif.
“Kehadiran teknologi dalam pengelolaan peternakan diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Irfan.
Baca juga: Mengenal AI hingga Machine Learning, Mahasiswa UBSI Kampus Sukabumi Lakukan Kunjungan Studi ke BRIN
Selain digitalisasi data, program ini juga difokuskan pada kemandirian pakan ternak. Peneliti BRIN, Dr. Ir. Iwan Herdiawan, M.P., menekankan pentingnya penyediaan pakan berkualitas sepanjang tahun dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Pendekatan ini bertujuan untuk menekan ketergantungan peternak pada konsentrat komersial yang berbiaya tinggi.
“Melalui kemandirian pakan berkualitas sepanjang tahun, koperasi menargetkan menekan penggunaan konsentrat komersial hingga nol persen,” tutur Dr. Iwan.
Ia menambahkan, target tersebut diharapkan mampu mewujudkan Koperasi Cikal Maju sebagai pelopor peternakan ramah lingkungan (zero waste). Konsep ini juga mengintegrasikan kotoran domba agar diolah menjadi pupuk organik bernilai guna.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu membangun model agribisnis peternakan yang efisien, terukur, dan mandiri. Ke depan, integrasi teknologi digital, kemandirian pakan, dan peran aktif koperasi ditargetkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Model pengelolaan di Garut ini juga berpotensi menjadi percontohan strategis untuk dikembangkan di wilayah lainnya.