UBSI Gelar Sosialisasi AMI Siklus 8, Audit Berbasis Risiko Jadi Fokus Penguatan Mutu
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui penyelenggaraan Sosialisasi Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Siklus 8 Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (22/7). Kegiatan ini mengusung pendekatan Audit Mutu Internal berbasis risiko sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di seluruh unit kerja.
Sosialisasi diikuti oleh auditor internal, pimpinan unit, ketua program studi, kepala unit, serta sivitas akademika UBSI. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai perangkat SPMI, kebijakan AMI, audit berbasis risiko, hingga mekanisme pelaporan melalui Web SPMIv2 UBSI.
UBSI Gelar Sosialisasi AMI Siklus 8
Materi pertama mengenai Perangkat SPMI UBSI Tahun 2026 yang semula dijadwalkan disampaikan oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBSI, Lita Sari Marita, pada pelaksanaannya diwakili oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu (PPM) UBSI, Suparni.
Dalam paparannya, Suparni menjelaskan berbagai perangkat Sistem Penjaminan Mutu Internal yang menjadi acuan pelaksanaan AMI Siklus 8 Tahun 2026, mulai dari pembaruan dokumen mutu, implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), hingga pentingnya konsistensi penerapan standar mutu di setiap unit kerja sebagai fondasi budaya mutu yang berkelanjutan.
Suparni juga memaparkan kebijakan pelaksanaan Audit Mutu Internal, meliputi ruang lingkup audit, tahapan pelaksanaan, peran auditor dan auditee, serta pentingnya AMI sebagai instrumen evaluasi untuk memastikan ketercapaian standar mutu universitas.
“Bukan berapa banyak temuan yang didapatkan, tetapi bagaimana tindak lanjut yang harus dilakukan agar temuan tersebut tidak terulang kembali. Audit yang berkualitas adalah audit yang mampu menghasilkan perbaikan berkelanjutan di setiap unit kerja,” tegas Suparni dalam rilis yang diterima, pada Kamis (23/7).
Pada sesi berikutnya, Koordinator Bidang Pengembangan Dokumen Mutu BPMA UBSI, Ahmad Alkaafi, memaparkan konsep Audit Berbasis Risiko. Menurutnya, pendekatan ini membantu auditor mengidentifikasi area yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga proses audit menjadi lebih fokus, efektif, dan memberikan nilai tambah dalam peningkatan tata kelola institusi.
Sementara itu, Koordinator Bidang Audit Mutu BPMA UBSI, Esty Purwaningsih, menyampaikan materi mengenai Teknik Penyusunan Laporan Audit Mutu Internal Menggunakan Web SPMIv2 UBSI. Peserta memperoleh panduan teknis mulai dari pencatatan temuan, penyusunan rekomendasi, hingga penyampaian laporan audit secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik melalui platform digital tersebut.
Di kesempatan lain, Kepala BPMA UBSI, Lita Sari Marita, menegaskan bahwa penerapan audit berbasis risiko merupakan langkah strategis untuk memperkuat efektivitas penjaminan mutu di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika sebagai Kampus Digital Kreatif.
“Audit Mutu Internal bukan sekadar agenda rutin untuk memenuhi kewajiban, tetapi menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis risiko, proses audit dapat lebih terarah pada area-area yang memerlukan perhatian sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas institusi,” ujanya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sistem penjaminan mutu sangat bergantung pada kolaborasi seluruh sivitas akademika dalam menjalankan standar mutu secara konsisten.
“Mutu adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kami berharap seluruh auditor maupun auditee memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan hasil Audit Mutu Internal sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan berkelanjutan di setiap unit kerja,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Pusat Penjaminan Mutu (PPM) UBSI, Suparni menilai bahwa sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak sebelum pelaksanaan AMI Siklus 8.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan setiap auditor dan auditee memahami peran, tanggung jawab, serta mekanisme pelaksanaan audit secara menyeluruh. Kesamaan persepsi akan membuat proses audit berjalan lebih efektif dan menghasilkan rekomendasi yang benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di UBSI,” paparnya.
Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal secara konsisten.
Dengan penerapan Audit Mutu Internal berbasis risiko, UBSI optimistis mampu menghasilkan rekomendasi yang lebih konstruktif, mendorong perbaikan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan masa depan.