UBSI Kampus Cikampek Gelar Cerdas Fest 2025, Bahas Keseimbangan Akademik dan Non-Akademik untuk Kecerdasan Bangsa

0 13

BSINews, Cikampek – Dalam upaya mendukung pengembangan potensi generasi muda di bidang akademik dan non-akademik, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar acara Indonesia Cerdas Fest 2025 di kampus Cikampek, Jawa Barat. Acara ini mengangkat tema pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan kegiatan non-akademik dalam membentuk kecerdasan bangsa. Surtika Ayumida, edukator UBSI kampus Cikampek, menjadi narasumber utama dalam talkshow yang diselenggarakan dalam rangkaian acara tersebut.

Cerdas Fest 2025 UBSI Kampus Cikampek Keseimbangan Akademik-Non Akademik Kunci Sukses Mahasiswa!

Surtika menekankan bahwa kehidupan kampus ideal bagi mahasiswa adalah yang seimbang antara kegiatan akademik dan non-akademik. UBSI PSDKU Karawang sendiri telah menyediakan beragam kegiatan non-akademik yang dapat diikuti oleh mahasiswa, termasuk penerima beasiswa. Kegiatan tersebut meliputi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang seni, olahraga, teknologi, kewirausahaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI), Himpunan Sistem Informasi Akuntansi (HIMSIA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPASIKA).

“Saya selalu mendorong mahasiswa agar aktif berpartisipasi, karena pengalaman tersebut seringkali menjadi bekal berharga setelah lulus,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (31/10).

Selain itu, kampus secara rutin menyelenggarakan seminar, workshop, serta pelatihan soft skill yang terbuka bagi seluruh mahasiswa. Beberapa kegiatan bahkan melibatkan kerja sama dengan institusi di luar kampus sehingga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring profesional.

Baca juga : UBSI Kampus Cikampek Gelar Cerdas Fest 2025, Inspirasi Mahasiswa Jadi Generasi Unggul!

Surtika menganalogikan prestasi akademik sebagai fondasi, sementara pengalaman non-akademik sebagai dinding dan atap yang melengkapi bangunan. Ia juga menyarankan mahasiswa untuk memilih kegiatan non-akademik yang sesuai dengan minat dan program studi agar keduanya saling mendukung.

Selain itu, Surtika menyarankan agar mahasiswa mencoba berbagai kesempatan seperti mengikuti kompetisi, kegiatan pengabdian masyarakat, atau proyek kolaboratif. Menurutnya, pengalaman tersebut akan memperluas wawasan, melatih keterampilan interpersonal, dan membentuk karakter.

Mahasiswa penerima beasiswa juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan (role model) bagi lingkungan kampus, sehingga perlu menunjukkan sikap profesional dan kontribusi nyata. (Aurora)

Leave A Reply

Your email address will not be published.