UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa Baru Pemahaman AI dan Teknik Prompt di Era Digital
BSINews, Pontianak — Menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, mahasiswa perlu memiliki pemahaman tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Untuk itu, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan Seminar Tematik dalam rangkaian Seminar Motivasi (SEMOT) 2026 pada Minggu (20/9).
UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa Baru Pemahaman AI dan Teknik Prompt di Era Digital
Mengusung semangat “Bright, Spirit, Initiative”, kegiatan penyambutan mahasiswa baru ini menghadirkan Muhammad Syarif, dosen UBSI sekaligus Software Developer, sebagai narasumber. Ia membawakan materi bertajuk “Mengenal dan Menerapkan AI dalam Kehidupan, Pendidikan dan Dunia Kerja” yang membahas konsep AI, penggunaan chatbot, etika teknologi, hingga teknik menyusun prompt secara efektif.
Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan pada perkembangan teknologi AI beserta berbagai tantangan penggunaannya, seperti bias data, deepfake, dan misinformasi. Pemahaman tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat menilai informasi dan hasil yang dihasilkan AI secara kritis.
Muhammad Syarif menjelaskan bahwa salah satu keterampilan penting dalam menggunakan AI adalah menyusun instruksi atau prompt yang jelas dan terarah.
“Prompt merupakan seni dan ilmu menyusun instruksi yang jelas, spesifik, dan efektif untuk AI agar menghasilkan output yang diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memahami konteks, memberikan instruksi yang tepat, menetapkan batasan, dan menyertakan contoh agar hasil yang diperoleh lebih sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Kamis (24/9).
Baca Juga : Mahasiswa Akuntansi UBSI Edukasi Siswa SMK Pelita Tiga agar Cerdas Finansial di Era Digital
Seminar ini juga memperkenalkan prinsip 4C, yaitu Clear, Concise, Complete, dan Contextual. Keempat prinsip tersebut membantu pengguna menyusun instruksi yang jelas, ringkas, lengkap, dan sesuai konteks.
Selain itu, mahasiswa dikenalkan pada kerangka R.I.C.E yang terdiri dari Role, Instruction, Context, dan Expectation. Melalui contoh penyusunan rencana belajar UI/UX, mahasiswa diajak memahami cara memberikan arahan yang lebih terstruktur agar AI dapat menghasilkan jawaban sesuai kebutuhan.
Pendekatan tersebut memberikan gambaran bahwa kualitas hasil AI tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan pengguna dalam merumuskan instruksi.
Selain keterampilan teknis, narasumber menekankan pentingnya etika dalam pemanfaatan AI. Mahasiswa didorong untuk menjadikan teknologi sebagai alat bantu dalam proses belajar dan bekerja, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, maupun tanggung jawab pribadi.
Melalui seminar tematik SEMOT 2026, UBSI kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif berupaya membekali mahasiswa baru dengan pemahaman teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Pengetahuan mengenai AI dan teknik menyusun prompt diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk beradaptasi, belajar secara produktif, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan profesional. (Safika)