BSINews, Karawang – Suasana semangat dan antusiasme memenuhi Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang, Rabu (17/09), ketika ratusan mahasiswa baru mengikuti kegiatan Orientasi Akademik (Ormik) 2025 sebagai langkah awal perjalanan mereka di dunia perkuliahan. Ormik 2025 bukan sekadar acara penyambutan, tetapi juga menjadi momentum penting yang menandai perjalanan menuju kedewasaan mental, sosial, dan pribadi.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini memberikan lebih dari sekadar informasi akademik. Selain itu, ormik menjadi ruang untuk menanamkan keberanian, kepercayaan diri, serta kesadaran bahwa dunia perkuliahan menuntut mahasiswa untuk tumbuh menjadi individu yang tangguh.
Orientasi Akademik dan Makna Kebersamaan di Lingkungan Kampus
Sejak pagi, ratusan mahasiswa baru berkumpul dengan penuh semangat. Suasana cair mulai terasa ketika MC Suhardi membuka acara dengan energi yang membangkitkan antusiasme. Gurauan ringan yang ia lontarkan membuat mahasiswa lebih rileks dan tidak canggung berinteraksi satu sama lain.
“Orientasi itu harus jadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menegangkan. Di sini kalian mulai belajar bahwa kebersamaan dan komunikasi adalah kunci penting, bahkan sebelum masuk kelas,” ucap Suhardi dalam keterangan rilis, Kamis (18/09).
Orientasi ini memang dirancang untuk menghapus kesan kaku yang kerap melekat pada acara serupa. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga berpartisipasi aktif, saling berkenalan, dan membangun jaringan sosial sejak hari pertama.
Sesi motivasi yang dibawakan oleh Salman Alfarizi menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Ia menekankan bahwa dunia kampus adalah miniatur kehidupan nyata, di mana mahasiswa dituntut mampu menghadapi berbagai tantangan.
“Di dunia kerja, kemampuan bertahan dalam tekanan dan beradaptasi jauh lebih penting daripada sekadar nilai akademik. Kalian harus membangun mental kuat, berani mencoba, dan tidak takut gagal,” tegas Salman di hadapan mahasiswa.
Baca juga: Belanja di Mall KCP Sambil Berburu Beasiswa Universitas BSI Karawang, Jadi Pilihan Tepat!
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan besar yang akan dihadapi generasi muda terletak pada kemampuan mengelola diri. Kejujuran, disiplin, dan sikap pantang menyerah disebut sebagai modal utama yang akan membedakan mahasiswa UBSI dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.
Penekanan terhadap soft skill semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern. Laporan McKinsey & Company tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen perusahaan global menempatkan kemampuan komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan sebagai faktor penentu dalam proses rekrutmen.
Hal ini sejalan dengan semangat UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang ingin membekali mahasiswa sejak dini dengan keterampilan tersebut. Mahasiswa baru tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga diajak berlatih keterampilan sosial sederhana, mulai dari memperkenalkan diri dengan percaya diri hingga berdiskusi dalam kelompok kecil.
“Saya awalnya minder karena banyak teman baru, tapi setelah ikut aktivitas ini saya jadi lebih percaya diri. Rasanya seperti menemukan keluarga baru,” ungkap Dwi Andriani, mahasiswa baru program studi Teknologi Informasi.
Tak hanya materi, suasana orientasi yang penuh keakraban membuat mahasiswa merasa lebih siap menghadapi perjalanan panjang perkuliahan. Setiap sesi dirancang agar mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan ikut terlibat secara emosional.
Menurut Hasan Basri dosen sekaligus narasumber yang turut hadir, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangun budaya positif sejak awal.
“Ormik adalah ruang latihan pertama mahasiswa untuk belajar disiplin, menghargai orang lain, dan membentuk pola pikir yang sehat. Itu bekal yang tidak kalah penting dibanding pengetahuan di kelas,” jelasnya.
Pendidikan tinggi kerap dipandang sebatas ruang akademik, padahal orientasi seperti ini menunjukkan dimensi lain dari proses belajar. UBSI kampus Karawang menekankan bahwa kesuksesan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, melainkan juga oleh kemampuan mengelola diri dan berinteraksi dengan lingkungan.
Begitupun, hal ini sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila yang digaungkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ormik menjadi wujud nyata penerapan nilai tersebut di perguruan tinggi.
Ormik 2025 di UBSI kampus Karawang membuktikan bahwa sebuah acara penyambutan bisa menjadi gerbang awal perjalanan mahasiswa menuju masa depan yang lebih matang. Dari suasana hangat yang tercipta, pesan-pesan motivasi yang menginspirasi, hingga latihan keterampilan sosial yang sederhana namun bermakna, seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan bekal berharga bagi mahasiswa baru.
Dengan mental yang tangguh, soft skill yang terasah, dan kebersamaan yang mulai terjalin, mahasiswa UBSI Karawang kini melangkah ke dunia perkuliahan dengan keyakinan baru. Orientasi bukan lagi sekadar acara seremonial, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membentuk kepribadian dan masa depan generasi muda.(Dina Olivia)