UBSI Perkuat Kurikulum Pariwisata Berbasis Industri dan Bisnis Digital
BSINews, Bekasi – Industri pariwisata terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku wisatawan, hingga meningkatnya kebutuhan tenaga profesional membuat perguruan tinggi perlu memastikan lulusan yang dihasilkan benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi (Prodi) Pariwisata Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan kegiatan Pengkajian Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Studi Pariwisata dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder).
Kegiatan yang berlangsung di UBSI Kampus Kaliabang ini menghadirkan puluhan peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, perwakilan perusahaan, pelaku industri pariwisata, serta mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) pada Rabu (24/1).
Kegiatan dibuka oleh Dekan FEB UBSI, Dr. Ani Wijayanti. Dalam sambutannya, Dr Ani menyampaikan bahwa pengembangan visi keilmuan dan kurikulum tidak dapat dilakukan secara internal saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar tetap relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat.
“Penyusunan kurikulum harus mampu menjawab perubahan zaman. Masukan dari dunia usaha dan dunia industri menjadi bagian penting agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi, kemampuan adaptasi, dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan kerja,” ujar Dr Ani dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (24/1).
Selanjutnya, Kaprodi Pariwisata UBSI, Dyah Mustika Wardhan memaparkan rancangan visi keilmuan serta arah pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kurikulum tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kompetensi bidang pariwisata dan perhotelan dengan kemampuan bisnis digital, kewirausahaan, serta keterampilan abad ke-21.
Menurut Dyah, lulusan pariwisata saat ini tidak cukup hanya memahami pelayanan wisata dan perhotelan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, penguasaan teknologi, kreativitas, serta kemampuan menciptakan peluang usaha baru.
Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen, pelaku industri, dan mitra DUDI. Berbagai masukan diberikan terkait profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, penguatan kompetensi digital, kemampuan bahasa asing, pelayanan prima, hingga pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
Perwakilan industri juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha melalui berbagai program kolaborasi seperti magang industri, kuliah praktisi, penelitian terapan, sertifikasi kompetensi, hingga proyek bersama yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa.
Melalui hasil pengkajian tersebut, Prodi Pariwisata UBSI menetapkan arah pengembangan keilmuan yang tetap berfokus pada bidang pariwisata dan perhotelan dengan dukungan kemampuan bisnis digital serta kewirausahaan. Hasil forum ini kemudian menjadi dasar penyempurnaan visi keilmuan, kurikulum, dan dokumen akademik program studi.
Langkah ini menjadi bukti komitmen UBSI dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengikuti perkembangan industri, tetapi juga mampu mempersiapkan generasi profesional yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Bagi kamu yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang pariwisata, bisnis digital, dan industri kreatif bersama kampus yang terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja, informasi pendaftaran mahasiswa baru UBSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.