UBSI Review Kurikulum Program Studi Manajemen, Perkuat Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja

0 8

BSINews, Jakarta – Kurikulum perguruan tinggi tidak cukup hanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, kurikulum perlu memastikan bahwa kompetensi yang dipelajari mahasiswa benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Hal inilah yang menjadi perhatian Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), melalui kegiatan Review Kurikulum pada Rabu (21/10) di UBSI Kampus Kramat 98, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi Manajemen UBSI dalam mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan keilmuan, teknologi, serta dinamika dunia kerja. Review tersebut diikuti dosen yang tergabung dalam Unit Pengembangan Akademik dan jajaran program studi.

Baca juga: Mahasiswa Prodi Manajemen UBSI, Salwa Habibah Melaju ke Pitching Offline WMP DKI Jakarta 2026

Hadir sebagai narasumber, Dr. Dien Mardhiyah dari Departemen Manajemen FEB, Universitas Airlangga (UNAIR). Dr. Diean membagikan perspektif akademik dan praktik baik dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen UBSI, Dr. Eka Dyah Setyaningshih.

Kurikulum Bukan Sekadar Susunan Mata Kuliah

Dalam pemaparannya, Dr. Dien menjelaskan bahwa kurikulum mencakup lebih dari sekadar daftar mata kuliah. Di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran, bahan kajian, strategi pembelajaran, asesmen, hingga evaluasi yang saling terhubung untuk memastikan capaian kompetensi lulusan.

“Karena itu evaluasi kurikulum perlu dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan berbagai masukan, mulai dari pengguna lulusan, alumni, hasil tracer study, perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan pendidikan tinggi, hingga perubahan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri,” ujar Dr. Dien, Rabu (21/10).

Pembahasan juga menyoroti pentingnya penyelarasan profil lulusan dengan Program Learning Outcomes (PLO) atau Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Penyusunannya perlu mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi, visi dan misi institusi, serta masukan para pemangku kepentingan.

Keterhubungan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, dan mata kuliah menjadi perhatian penting. Dengan pemetaan yang jelas, setiap mata kuliah diharapkan memiliki kontribusi terukur terhadap kompetensi yang perlu dikuasai mahasiswa.

Pembelajaran Berbasis Kasus dan Proyek Jadi Perhatian

Dr. Eka menjelaskan, selain struktur kurikulum, review juga membahas penerapan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Beberapa pendekatan yang menjadi perhatian ialah case-based learning, project-based learning, dan role play.

“Melalui pembelajaran berbasis kasus, mahasiswa dapat berlatih menganalisis persoalan bisnis dan menyusun alternatif penyelesaian. Sementara itu, pembelajaran berbasis proyek mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan perencanaan hingga menghasilkan karya. Adapun role play dapat digunakan untuk melatih komunikasi, negosiasi, dan pengambilan keputusan,” ujar Dr. Eka, Rabu (21/10).

Penerapan metode tersebut perlu didukung sistem asesmen yang selaras dengan CPL dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Bentuk penilaiannya dapat berupa ujian, esai, laporan, presentasi, maupun proyek, sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur.

“Aspek lain yang dibahas ialah kelengkapan dokumen redesain kurikulum. Dokumen tersebut perlu mencakup evaluasi kurikulum sebelumnya, hasil tracer study, analisis kebutuhan pemangku kepentingan, landasan akademik, profil lulusan, CPL, bahan kajian, struktur dan deskripsi mata kuliah, strategi pembelajaran, asesmen, serta mekanisme evaluasi,” jelasnya.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) juga perlu memperlihatkan keterkaitan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK. Selain itu, RPS harus memuat metode pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, indikator pencapaian, kriteria penilaian, bobot nilai, dan referensi yang mendukung proses pembelajaran.

Hasil Review Jadi Dasar Penyempurnaan Kurikulum

Sesi diskusi interaktif membuka ruang bagi para dosen dan peserta untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta masukan kepada narasumber. Sejumlah hal yang dibahas meliputi penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri, pemetaan CPL terhadap mata kuliah, penerapan pembelajaran berbasis kasus dan proyek, serta evaluasi mutu kurikulum secara berkelanjutan.

Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kurikulum Prodi Manajemen UBSI. Tindak lanjut yang direncanakan mencakup evaluasi struktur kurikulum, pemetaan CPL, peninjauan bahan kajian, penyempurnaan RPS, serta penguatan metode pembelajaran dan sistem asesmen.

Baca juga: Mahasiswa Manajemen UBSI Jatiwaringin Lolos Magang di Kantor Wali Kota Jakarta Timur

Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu akademik melalui kolaborasi ant perguruan tinggi dan penguatan keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan profesional.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya lulusan yang tidak hanya memahami konsep manajemen, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan, beradaptasi dengan perubahan, menjunjung integritas, dan menghadapi tantangan dunia bisnis.

Leave A Reply

Your email address will not be published.