Workshop Sertifikasi Kompetensi Bekali Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Hadapi Uji Programmer Berbasis Industri
BSINews, Karawang – Kompetensi teknis yang diakui melalui sertifikasi profesi menjadi salah satu nilai tambah yang semakin dibutuhkan di dunia kerja. Menyadari pentingnya kesiapan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang terus membekali mahasiswanya dengan berbagai program penguatan kompetensi. Salah satunya melalui Workshop Sertifikasi Kompetensi Programmer yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (30/6) sebagai pembekalan bagi mahasiswa sebelum mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi skema Programmer.
Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Ikuti Workshop Sertifikasi Programmer, Siap Hadapi Dunia Kerja
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Karawang ini diikuti oleh mahasiswa semester enam. Workshop menghadirkan Abdussomad, Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Karawang sekaligus Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI, dengan Ilham Kurniawan, Staf Program Studi Sistem Informasi sekaligus asesor kompetensi, sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Abdussomad mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan salah satu langkah penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan profesional yang telah dimiliki sebelum memasuki dunia kerja.
“Sertifikasi kompetensi bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi merupakan bukti bahwa seseorang telah memenuhi standar kerja yang dibutuhkan industri melalui proses asesmen yang objektif. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi teknis maupun administrasi,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di karawang pada Selasa (14/7).
Pada sesi materi, Abdussomad menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan sertifikasi, mulai dari persiapan dokumen, penyusunan bukti kompetensi (eviden), unit-unit kompetensi yang akan diujikan, hingga tahapan asesmen yang harus dilalui peserta. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dalam sertifikasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis kode program, tetapi juga oleh kemampuan peserta dalam mendokumentasikan hasil pekerjaan serta menyelesaikan studi kasus sesuai standar profesi.
“Seorang programmer tidak hanya dituntut mampu membuat aplikasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir logis, memahami kebutuhan sistem, menyelesaikan masalah secara sistematis, serta mampu mendokumentasikan pekerjaannya dengan baik. Kompetensi inilah yang menjadi perhatian dalam proses asesmen,” jelasnya.
Selain membahas prosedur sertifikasi, workshop juga mengulas berbagai kesalahan yang sering ditemukan saat asesmen berlangsung, seperti ketidaksesuaian dokumen pendukung, kurang lengkapnya bukti kompetensi, hingga penyusunan laporan proyek yang belum memenuhi standar penilaian. Penjelasan tersebut diberikan agar mahasiswa dapat mempersiapkan seluruh persyaratan secara lebih matang sebelum mengikuti uji kompetensi.
Baca juga : Jelang Uji Kompetensi, Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Dapat Pembekalan Sertifikasi Programmer
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai mekanisme asesmen, teknik penyusunan eviden, standar penilaian asesor, hingga strategi menghadapi studi kasus pemrograman yang menjadi bagian dari proses sertifikasi. Meskipun dilaksanakan secara daring, suasana diskusi berlangsung interaktif dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber.
Melalui workshop ini, mahasiswa juga diperkenalkan pada standar kompetensi kerja yang berlaku di dunia profesional sehingga memperoleh gambaran mengenai ekspektasi industri terhadap seorang programmer. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi uji sertifikasi sekaligus menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui berbagai program pembekalan, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi berbasis profesi, UBSI berharap dapat melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi terverifikasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap bersaing di dunia kerja dengan standar profesional yang diakui industri. (Indari)