UBSI Siapkan 6.224 Mahasiswa Bangun Mindset Wirausaha Lewat Seminar Entrepreneurship

0 14

BSINews, Jakarta – Menjadi entrepreneur tidak selalu dimulai dari modal besar. Bisa jadi, langkah pertamanya justru lahir dari keberanian mengubah cara pandang, melihat masalah sebagai peluang, lalu berani mencoba.

Semangat itulah yang akan dibawa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Seminar Entrepreneurship bertajuk “From Campus to Business: Build the Entrepreneurship Mindset for the Future”. Kegiatan yang digelar oleh BSI Entrepreneur Center (BEC) bersama Inkubator Bisnis UBSI ini akan berlangsung pada 19 Oktober hingga 7 November 2026 di sejumlah kampus UBSI.

Baca juga: Bukan Sekadar Jualan Entrepreneur Fair Universitas BSI Tempa Mahasiswa Jadi Pebisnis Masa Depan

Seminar tersebut secara khusus ditujukan bagi mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah Entrepreneurship. Sebanyak 6.224 mahasiswa dari berbagai kampus UBSI ditargetkan mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam beberapa sesi, yakni pukul 08.00–12.00 WIB, 12.30–16.00 WIB, dan 19.00–21.00 WIB.

Pelaksanaan seminar di berbagai wilayah menjadi upaya UBSI untuk membawa pembelajaran kewirausahaan lebih dekat dengan mahasiswa. Sebab, belajar bisnis tidak cukup hanya dengan memahami definisi entrepreneurship dari buku atau materi perkuliahan. Mahasiswa juga perlu diajak melihat bagaimana sebuah ide dapat diuji, dikembangkan, dan diterjemahkan menjadi peluang yang memiliki nilai.

Ketua Inkubator Bisnis UBSI, Mugi Raharjo, mengatakan bahwa membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengajarkan cara memulai bisnis. Menurutnya, fondasi yang tidak kalah penting adalah membangun pola pikir yang mampu melihat perubahan dan tantangan sebagai peluang.

“Melalui seminar ini, kami ingin mahasiswa UBSI tidak hanya memahami entrepreneurship sebagai sebuah mata kuliah, tetapi juga menjadikannya sebagai mindset dalam menghadapi masa depan. Mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk melihat peluang, mencoba, berinovasi, dan mengambil risiko secara terukur,” ujar Mugi, Rabu (7/10).

Dari Teori di Kelas Menuju Dunia Bisnis

Lingkungan kampus memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk mulai berwirausaha. Pengetahuan yang diperoleh melalui perkuliahan perlu memiliki ruang untuk diuji melalui pengalaman dan praktik.

Seminar Entrepreneurship UBSI tidak hanya diarahkan pada pemahaman konsep bisnis, tetapi juga bagaimana mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan kebutuhan dunia usaha. Mulai dari memvalidasi ide, memahami kebutuhan pasar, menyusun business plan, memasarkan produk, hingga memahami pengelolaan keuangan sederhana.

“Kami ingin membangun jembatan dari kampus menuju dunia bisnis. Artinya, mahasiswa tidak berhenti pada teori, tetapi mulai belajar memvalidasi ide, memahami kebutuhan pasar, menyusun perencanaan bisnis, memasarkan produk, hingga mengelola keuangan. Dari proses tersebut, diharapkan muncul calon-calon entrepreneur muda yang siap berkembang,” tambahnya.

Sejumlah karakter juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini, mulai dari kemampuan beradaptasi, inovasi, ketangguhan atau resilience, hingga keberanian mengambil risiko secara terukur. Karakter tersebut dinilai penting karena dunia bisnis terus bergerak dan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana.

Di sisi lain, mahasiswa juga diarahkan untuk memahami bahwa menjadi entrepreneur bukan semata-mata tentang memiliki usaha. Lebih jauh, pola pikir kewirausahaan dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja, termasuk kemampuan melihat persoalan, mencari solusi, mengambil keputusan, dan menciptakan nilai.

Mendorong Mahasiswa Menjadi Job Creator

UBSI menargetkan kegiatan ini dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi sebagai job seeker, tetapi juga memiliki keberanian menjadi job creator.

Mugi mengatakan, tujuan tersebut tidak berarti setiap mahasiswa harus langsung memiliki bisnis setelah mengikuti seminar. Yang lebih penting, mahasiswa mendapatkan perspektif dan keberanian untuk mulai mengembangkan ide yang dimiliki.

“Target akhirnya bukan sekadar mahasiswa memiliki ide bisnis, tetapi bagaimana mereka berani membawa ide tersebut menjadi sesuatu yang nyata dan memiliki nilai ekonomi. Kami ingin mahasiswa Universitas BSI memiliki pilihan yang lebih luas setelah lulus, termasuk menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Selain pengembangan kompetensi, seminar ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring. Pertemuan dengan akademisi, praktisi bisnis, maupun sesama mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada kewirausahaan dapat membuka peluang kolaborasi yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Rangkaian Seminar Entrepreneurship akan hadir di sejumlah kampus Universitas BSI, yakni Solo, Purwokerto, Sukabumi, Yogyakarta, Tegal, Tasikmalaya, Pontianak, Kalimalang, Karawang, Bekasi, Kramat 98, Pemuda, Cengkareng, Slipi, Cimone, Bogor, dan BSD.

Baca juga: BSI Entrepreneur Center Jalin Kemitraan Strategis di Event “Oveersharing Business to Business”, Perkuat Jaringan dan Inovasi Bisnis

Melalui sinergi BEC dan Inkubator Bisnis UBSI, UBSI terus membangun ekosistem kewirausahaan yang tidak berhenti pada pengenalan teori. Mahasiswa didorong untuk bergerak dari tahap mengenali peluang, mengembangkan ide, menguji gagasan, hingga memiliki keberanian untuk membawa ide tersebut ke dunia nyata.

“From Campus to Business” bukan sekadar perpindahan dari ruang kelas menuju dunia usaha. Lebih dari itu, semangat tersebut menjadi ajakan agar mahasiswa mulai melihat masa depan dengan cara yang berbeda, bahwa peluang bisa diciptakan dan sebuah ide sederhana pun dapat menjadi awal dari perjalanan bisnis yang lebih besar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.