Anak Pintar Bukan Cuma dari Sekolah, tapi dari Rumah yang Mau Belajar Bareng

0 60

BSINews, Tangerang Selatan – Kalau ada satu hal yang sering disalahpahami dalam dunia pendidikan, itu adalah anggapan bahwa sekolah—atau kampus—bisa menyulap anak jadi “hebat” sendirian. Padahal, sekolah cuma satu dari sekian banyak aktor dalam panggung besar bernama kehidupan anak.

Sisanya? Ada di rumah. Ada di keluarga. Ada di mereka yang, kadang tanpa sadar, lebih sering bilang “Kamu ngapain sih, main HP terus?” ketimbang “Kamu butuh bantuan ngerjain tugas nggak?”

Baca juga: Seminar Parenting UBSI Kampus Pontianak, Kupas Tuntas Tips Gapai Beasiswa PTN dan PTS

Nah, menyadari hal ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus BSD nggak cuma sibuk urusan kurikulum dan akreditasi. Mereka juga mulai turun tangan ngurusin yang lebih mendasar, yaitu orang tua. Bukan buat dimarahi, tapi buat diajak duduk bareng, diskusi, ngopi (kalau ada), dan yang terpenting, belajar sama-sama.

Tanggal 2 Juli 2025 nanti, UBSI Kampus BSD akan menggelar Seminar Parenting Sesi 3. Iya, sesi tiga. Artinya, dua sebelumnya udah jalan duluan dan—ajaibnya—masih diminati. Di tengah zaman di mana orang lebih pilih scroll TikTok ketimbang duduk serius dengar seminar, fakta bahwa acara ini lanjut ke sesi ketiga artinya ada yang butuh dan ada yang merasa terbantu.

Tempatnya di Aula UBSI Kampus BSD, tapi semangatnya bukan formalitas kampus. Kepala Kampusnya, Mahmud Safudin, dijadwalkan buka acara dengan sambutan yang, katanya, penuh pesan hangat. Tapi jangan bayangin sambutan bosan ala acara 17-an RW. Ini soal membangun sinergi antara orang tua, guru, dan kampus.

Bahasa simpelnya, kita urus bareng-bareng masa depan anak-anak ini, biar nggak cuma pinter ngoding tapi juga tahu cara menghadapi patah hati dan tekanan hidup.

Seminar ini terbuka untuk semua kalangan. Orang tua siswa, guru, bahkan tetangga yang kebetulan peduli. Yang penting punya waktu dan kemauan buat dengerin, berdiskusi, dan mungkin—buat pertama kalinya—mengakui bahwa jadi orang tua di zaman sekarang nggak segampang ngajarin anak pas SD dulu.

Materinya? Masih dirahasiakan (biar penasaran), tapi yang pasti seputar tantangan mendidik anak di era digital. Yang HP bisa lebih dipercaya anak ketimbang ibunya sendiri. Yang anak-anak lebih nurut sama influencer YouTube daripada guru BK. Seminar ini pengen ngajak orang tua nggak cuma update teknologi, tapi juga upgrade pendekatan komunikasi.

Salah satu hal menyentuh dari sesi sebelumnya adalah curhatan salah satu peserta. “Dulu saya pikir, kalau anak udah masuk kuliah ya udah. Tanggung jawab saya selesai. Tapi ternyata, mereka tetap butuh arah, butuh dukungan moral. Dan saya sendiri butuh belajar lagi gimana caranya mendampingi, bukan mengatur.”

Nah, dari situlah semangat Seminar Parenting UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif ini lahir. Bukan cuma jadi ajang transfer ilmu, tapi juga jadi ruang saling menguatkan. Karena jadi orang tua di zaman yang serba berubah ini bukan cuma soal sabar, tapi juga soal sadar—kalau mereka pun harus ikut tumbuh.

Baca juga: Seminar Parenting UBSI Kupas Peran Orang Tua dalam Sukseskan Anak Tembus Beasiswa

Kita sering terlalu fokus pada angka IPK, ranking kelas, atau prestasi akademik. Tapi kita lupa, bahwa di balik anak yang percaya diri dan tahan banting, biasanya ada rumah yang mendukung. Seminar Parenting ini, entah kenapa, jadi pengingat hal itu. Bahwa pendidikan nggak akan pernah utuh kalau rumah dan kampus jalan sendiri-sendiri.

Dan kalau Anda—sebagai orang tua, guru, atau siapa pun yang merasa punya peran dalam tumbuh kembang anak muda—pengen ikut belajar bareng, link pendaftarannya udah disiapin tuh: https://bit.ly/seminarparentingubsibsd. Karena, hei, nggak ada istilah “terlambat belajar” buat jadi orang tua yang lebih bijak, kan?(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.