Belajar Spreadsheet, Dari Tabel Biasa Jadi Bekal Masa Depan
BSINews, Jakarta – Buat sebagian orang, spreadsheet itu kayak jurus pamungkas di dunia kerja. Bagi yang paham, dia bisa jadi sahabat terbaik buat ngatur data. Tapi bagi yang belum akrab, tampilannya sering dianggap mirip catur digital, kotak-kotak penuh angka yang bikin pusing tujuh keliling.
Nah, di tengah stigma “spreadsheet bikin kepala ngebul”, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) lewat program BSI Digination justru ngajak siswa-siswi jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) buat lebih dekat sama aplikasi ini. Bukan sekadar kenalan, tapi benar-benar belajar cara ngolah data pakai spreadsheet. Kegiatan ini digelar bareng Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Jakarta Barat, dalam dua sesi yaitu 18 dan 23 September 2025.
Baca juga: Kuliah Murah di Tegal? UBSI Buka Pendaftaran Khusus, Cuma Rp430 Ribu!
Yang jadi pemandu jalannya pelatihan adalah Irmawati selaku dosen UBSI sekaligus praktisi yang sudah akrab banget dengan dunia data. Dengan sabar (dan mungkin sedikit rasa humor biar nggak tegang), Irma ngajarin mulai dari fungsi dasar, bikin tabel rapi, sampai teknik sederhana menganalisis data.
Katanya, skill spreadsheet ini ibarat SIM di dunia digital. “Spreadsheet tidak hanya berguna dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi keterampilan dasar yang dibutuhkan di dunia kerja, khususnya di bidang bisnis dan pemasaran. Dengan penguasaan teknologi ini, siswa diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Irma.
Kalau dipikir-pikir, betul juga. Coba bayangkan anak muda sekarang jago bikin konten TikTok, tapi pas disuruh bikin laporan keuangan sederhana malah bingung bedain kolom sama baris. Ironi digitalisasi yang sering bikin HRD garuk-garuk kepala.
Makanya, pelatihan ini jadi semacam wake up call. Siswa yang tadinya cuma tahu spreadsheet sebagai tempat bikin tabel absen kelas, sekarang mulai sadar kalau skill ini bisa jadi bekal karir. Apalagi buat anak BDP yang nantinya bakal sering bersentuhan dengan data penjualan, laporan stok, atau tren pemasaran.
Yang menarik, suasana pelatihannya nggak kaku. Ada sesi interaktif, ada tanya-jawab, bahkan beberapa siswa kayaknya lebih semangat waktu nyoba langsung daripada waktu ujian di kelas. Barangkali karena mereka merasa ini ilmu praktis, bukan sekadar teori yang habis ujian langsung hilang.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan P4 Jakarta Barat berjanji nggak mau berhenti di sini. Mereka pengin terus bikin pelatihan-pelatihan relevan, biar generasi muda nggak cuma jadi penonton di era transformasi digital, tapi benar-benar ikut main di lapangan.
Baca juga: UBSI dan P4 Jakarta Barat Perpanjang Kerja Sama, Siap Perluas Dampak Pendidikan Digital
Akhirnya, kita bisa bilang, spreadsheet memang bukan ilmu yang bisa bikin kamu viral dalam semalam. Tapi dia bisa jadi salah satu bekal paling nyata untuk bertahan dan bersaing. Karena di dunia kerja nanti, bos jarang nanya, “followers kamu udah berapa?” yang lebih sering ditanya justru, “laporan minggu ini udah rapi belum?” Dan di situlah, spreadsheet diam-diam jadi pahlawan.