Koding Itu Mudah, Ego yang Sulit: Bootcamp IT UBSI Buktikan Kolaborasi Kunci Kesuksesan
BSINews, Bogor – Suasana di Hotel Asyana Sentul, Bogor, terasa begitu dinamis pada 18 hingga 19 Juni lalu. Di tempat inilah, sinergi antardisiplin ilmu tereksekusi senyata mungkin melalui perhelatan IT Bootcamp Software Development bertajuk “Futurecode: AI-Driven Software Engineering” yang digelar Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
Acara ini bukan sekadar simulasi akademik biasa, melainkan menjadi bagian untuk mencetak talenta digital agar siap menghadapi kerasnya realitas industri sekaligus menjawab berbagai tantangan global.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Program Studi Teknik Industri UBSI, Miwan Kurniawan H., S.T., M.T., M.Kom. Dalam pemaparannya mengenai fokus Software Development for Industry, ia menitikberatkan pada urgensi penciptaan teknologi yang tidak hanya memecahkan masalah efisiensi ekosistem industri, tetapi juga harus sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kita tidak lagi sekadar belajar teori, tapi bagaimana merancang perangkat lunak yang diciptakan mampu menjadi solusi riil di lapangan,” kata Miwan.
Pemaparan tentang Disrupsi AI
Bobot kegiatan ini terasa semakin mendalam saat Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Anton Susanto, S.E., M.TI., mengambil alih panggung utama. Membawakan topik krusial bertajuk “AI: The Next (Almost) Big Thing? Future Proof in Human Development“, ia membedah tuntas gelombang disrupsi AI yang sedang terjadi.
“Kecerdasan buatan bukan sekadar tren teknologi sesaat, melainkan realitas yang menuntut kita melakukan pembaruan kapasitas sumber daya manusia secara masif. Teknologi ini harus bisa kita manfaatkan sebagai katalisator untuk mengakselerasi target-target SDGs di Indonesia,” ujar Anton.
Puncak dari rangkaian acara ini adalah sesi presentasi proyek yang menjadi wadah pembuktian nyata. Layaknya ritme kerja di sebuah perusahaan tech-startup profesional, para mahasiswa ditantang untuk mendemonstrasikan aplikasi yang telah mereka bangun dari nol di hadapan dewan juri ahli. Adu gagasan pada kompetisi Batch II ini melahirkan tiga inovasi cemerlang yang seluruhnya memiliki napas implementasi SDGs yang sangat kuat di masyarakat.
Juara 1
GreenReport: Sistem Pelaporan Masalah Lingkungan Berbasis Website
Aplikasi ini memukau juri karena kepraktisannya dalam mengawal pelestarian alam secara waktu nyata, yang menjadi wujud nyata dukungan mahasiswa terhadap aksi iklim dan pelestarian ekosistem.
Juara II
Foodcare: Website Donasi Pangan Tangguh
Platform ini menjembatani kepedulian sosial guna menekan pembuangan makanan secara efisien, sebuah langkah cerdas yang beririsan langsung dengan target global untuk mengentaskan kelaparan.
Juara III
TumbuhSehat: Sistem Informasi Deteksi Dini Stunting Pada Balita yang Terintegrasi Posyandu
Sistem ini menawarkan digitalisasi pemantauan gizi anak yang esensial di tingkat akar rumput demi menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Pengalaman dan Harapan Peserta
Bagi para mahasiswa, trofi kemenangan nyatanya bukanlah satu-satunya pencapaian paling berharga. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan simulasi nyata tentang situasi kerja profesional, di mana mereka dituntut berkolaborasi penuh dengan rekan-rekan dari berbagai program studi yang awalnya saling tidak mengenal.
Baca juga: IT Bootcamp Batch I UBSI Cetak Talenta Digital Ready Career
Ia menuturkan secara terbuka bahwa tantangan terberat selama masa inkubasi justru bukanlah pada kerumitan menyusun baris kode program.
“Tantangan dunia kerja sesungguhnya ada pada kepala kita sendiri. Kami harus berjuang keras menekan ego, menghilangkan rasa segan antarteman baru, dan mendobrak rasa tidak percaya diri di awal agar proyek kolaborasi ini bisa selesai dan membawa dampak,” jelasnya.
Melewati berbagai tekanan emosional dan tenggat waktu yang ketat, kepuasan terpancar jelas saat mereka berhasil merilis proyek yang layak uji. Menyadari besarnya dampak pembentukan mental dan keahlian kolaboratif ini, para peserta sangat berharap agar program sekelas bootcamp ini terus dilanjutkan secara berkala. Mereka bahkan menegaskan satu suara: jika kelak acara serupa diadakan kembali, mereka tak akan ragu untuk mendaftarkan diri lagi.