Bukan Cuma Soal Pajak, Tapi Soal Menjadi Warga Negara yang Melek dan Nggak Bego Pajak
BSINews, Bogor – Sore itu, aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bogor mendadak berubah jadi tempat paling serius se-Bogor Raya. Senin, 30 Juni 2025 kemarin, suasana berubah. Lebih berisi. Lebih tegang. Dan yang mengejutkan lebih asyik dari dugaan.
Yang datang bukan artis TikTok, bukan pula selebgram skincare. Tapi seorang perempuan berdedikasi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI bernama Romadhaniah.
Romadhaniah bukan datang buat ngasih tagihan atau ngejar-ngejar utang pajak, tenang aja. Ia datang untuk berbagi, ngajak ngobrol mahasiswa soal pajak dengan cara yang masuk akal, masuk hati, dan kalau boleh jujur lebih menarik dari banyak dosen akuntansi yang ngajar dengan slide penuh angka tapi kosong makna.
Seminarnya dikasih judul “Kupas Tuntas Peraturan, Kebijakan, dan Isu Perpajakan Terkini”. Judulnya agak formal, memang, tapi ternyata isinya cukup bikin mikir dari soal pajak digital yang sering bikin UMKM bingung, sampai soal core tax system, satu istilah yang terdengar kayak nama game RPG tapi ternyata sistem administrasi pajak super penting yang sedang dikembangkan DJP.
Dipandu oleh Lila Dini Utami, dosen UBSI sekaligus moderator yang gayanya santai tapi tegas, diskusi sore itu berjalan interaktif. Mahasiswa dari Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Bogor nggak cuma duduk diam kayak biasanya. Mereka aktif bertanya, bahkan beberapa sempat ngegas dengan pertanyaan-pertanyaan kritis soal insentif pajak buat pelaku usaha mikro dan kenapa masih banyak orang kaya yang bisa ngeles dari kewajiban pajak.
Bukan seminar kaleng-kaleng. Karena sore itu, yang dibahas adalah sesuatu yang dekat tapi sering kita abaikan, kewajiban kita sebagai warga negara. Pajak. Ya, pajak. Hal yang tiap bulan dipotong dari gaji (kalau sudah kerja), atau setidaknya dari cashback e-wallet kita kalau belanja. Pajak itu bukan cuma potongan angka, tapi napas dari segala yang kita nikmati di negeri ini, seperti jalanan, rumah sakit, sekolah, bahkan beasiswa dan internet kampus.
Baca juga: Pajak Bukan Sekadar Potongan Gaji! Catatan Mahasiswa UBSI tentang Etika, Negara, dan Masa Depan
Dalam sambutannya, pihak kampus bilang harapannya simple, bahwa mahasiswa UBSI bisa melek pajak sejak dini, nggak cuma bisa ngitung PPh 21 buat soal UTS. Tapi juga ngerti posisi mereka dalam ekosistem keuangan negara. Karena di dunia nyata, pengetahuan perpajakan itu bukan soal nilai ujian, tapi soal tanggung jawab sipil yang bisa menentukan masa depan republik ini.
Karena jadi mahasiswa yang keren itu bukan cuma tahu cara dapetin diskon online, tapi juga tahu kenapa diskon itu bisa ada karena sistem yang dibiayai oleh pajak. Dan sistem itu, pada akhirnya, bergantung pada kita juga.(ACH)