BSINews, Jakarta – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menggelar CineSprint 2026, yang merupakan program produksi film pendek yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menciptakan karya audiovisual berbasis praktik industri. Kegiatan ini akan berlangsung dari bulan Juni hingga Juli 2026 dengan melibatkan pendampingan dari praktisi perfilman profesional.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI menghadirkan CineSprint sebagai wadah pembelajaran yang menghubungkan teori di ruang kuliah dengan kebutuhan industri kreatif. Program ini mengusung tema kolaborasi, kreativitas, dan kompetensi produksi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang dinamis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap pra produksi yang mencakup pengembangan ide cerita, penulisan naskah, penyusunan storyboard, hingga persiapan teknis produksi. Setelah itu, peserta akan menjalani proses pengambilan gambar dan produksi film pendek pada 22-26 Juni 2026.

Salah satu keunggulan CineSprint 2026 adalah keterlibatan praktisi dari Karnos Film yang akan mendampingi mahasiswa selama proses produksi. Melalui pendampingan tersebut, peserta berkesempatan memahami alur kerja dan standar profesional yang diterapkan dalam industri perfilman.
Setelah menyelesaikan proses produksi, mahasiswa akan melanjutkan ke tahap pascaproduksi untuk menyempurnakan karya mereka. Seluruh hasil film pendek kemudian akan dipresentasikan dalam acara puncak CineSprint 2026 Screening & Awarding yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026 di Hall C UBSI kampus Kaliabang, Bekasi.
Baca juga: Cek Lokasi Sebelum Event, Langkah Serius Siapkan Kegiatan Mahasiswa Berbasis Industri
Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UBSI, Intan Leliana, S.Sos.I., M.M., M.I.Kom, mengatakan bahwa CineSprint menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses kreatif yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
“Melalui CineSprint, mahasiswa tidak hanya belajar teori produksi audiovisual, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola dan menghasilkan karya film pendek yang berkualitas melalui pendampingan para praktisi industri,” ujar Intan dalam keterangan rilis, Rabu (10/6).
Ia menjelaskan, program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim, menyusun konsep kreatif, serta mengelola produksi audiovisual dari awal hingga akhir.
“Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum terjun ke dunia profesional,” tegasnya.
Melalui CineSprint 2026, Intan berharap dapat terus mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi di industri media, komunikasi, serta perfilman Indonesia melalui Prodi Ilmu Komunikasi UBSI.
“Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di era industri kreatif berbasis teknologi,” tutupnya.