Dari Bendera Sampai Story Instagram, Ketika Humas PTS Ngobrolin Serius tapi Santai soal Reputasi Kampus
BSINews, Jakarta – Tak banyak orang tahu, di balik sebuah unggahan Instagram kampus bertema “Happy Graduation” atau postingan berita rilis yang tampak sederhana di web institusi, ada sekumpulan manusia tangguh yang berkutat dengan tata letak logo, komposisi warna, kalimat pembuka yang “nggak terlalu garing tapi tetap formal,” sampai mikirin penempatan bendera merah putih di panggung acara. Mereka ini adalah Humas dan tim Protokoler.
Baca juga: Universitas BSI Raih Bronze Winner dalam Anugerah Humas PTS pada Ajang Diktisaintek 2024
Dan minggu ini, tepatnya pada Rabu (18/6) mereka berkumpul dalam satu ruangan, bukan buat ngedit konten atau nyusun rundown acara, tapi buat ngobrolin—dengan serius tapi tetap pakai senyum—apa yang sebetulnya jadi “jeroan” pekerjaan kehumasan dan protokol di Perguruan Tinggi Swasta. Lokasinya di Universitas Budi Luhur. Acara resmi banget, namanya Diskusi Panel Humas dan Protokoler bagi PTS se-LLDikti Wilayah III.
PLT Kepala LLDikti Wilayah III, Tri Munanto, langsung pasang nada tinggi di pembukaan. Menurut Tri, Humas dan protokoler bukan lagi tukang upload dan tukang atur kursi doang. Tapi jadi ujung tombak perguruan tinggi dalam menyampaikan kebijakan nasional ke publik. Bayangin beban moralnya, antara bikin konten yang lucu tapi tetap sopan, atau nyusun susunan acara yang bikin Rektor dan pejabat tetap senyum meski duduknya sempit.
Masuklah Doddy Zulkifli dari Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Biro UHPBJ Kemdiktisaintek, yang langsung lempar realita bahwa di era media sosial, satu info nyasar bisa bikin citra institusi rusak dalam 5 menit. Makanya narasi positif dan kecepatan menangkal disinformasi jadi tugas utama.
Dinna Handini selaku Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi Kemdiksaintek juga nggak kalah to the point. Ia bilang bahwa publikasi itu bukan cuma urusan foto cakep dan video berdurasi 30 detik. Tapi juga soal konsistensi visual dan identitas kampus. Jangan hari ini warnanya biru dongker, besok tiba-tiba ungu magenta. Netizen kita kritis, apalagi mahasiswa desain.
Sementara itu, Arifin Habibillah selaku Ketua Tim Protokol Kemdiktisaintek ngingetin kita kalau jadi tim protokol bukan cuma soal tata krama, tapi juga urutan tamu dan etika institusi. Biarpun acaranya cuma peresmian ruang podcast, kalau urutan duduk tamu keliru, bisa jadi bahan gibah sebulan.
Dan lucunya, meski semua bicara dengan gaya akademik, semangatnya tetap seperti forum alumni SMA, saling berbagi “resep dapur”. Seperti Anastasya Putri dari Ketua Tim Humas Universitas Budi Luhur yang ngasih tips bikin konten organik melibatkan mahasiswa biar terasa “manusiawi”—nggak kayak iklan kampus tahun 2000-an. Atau Septia dari Universitas Tarumanagara yang membocorkan rahasia keintiman konten, foto anak-anak kampus sendiri, candid, lagi ngopi di lorong fakultas.
Nah, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) juga nggak cuma datang buat duduk manis. Elah Nurlelah, Humas UBSI, tampil aktif. Dalam diskusi, Elah ngasih pandangan tajam soal pentingnya komunikasi publik yang strategis—bukan asal rilis keluar, tapi yang bisa membangun kepercayaan publik, apalagi di tengah banjir hoaks dan perang branding kampus.
“Kegiatan ini bukan cuma nambah insight, tapi juga bikin kita sadar kalau pekerjaan Humas itu sekarang serba digital, serba cepat, tapi tetap harus strategis dan punya nilai,” ujarnya. Ia juga berharap forum semacam ini terus dilanjut biar jaringan komunikasi antar-PTS makin solid. Karena PR kampus hari ini, nggak bisa diselesaikan sendirian. Harus bareng-bareng.
Kadang, kita suka lupa kalau kesuksesan sebuah acara kampus, citra di media, bahkan kepercayaan publik terhadap institusi, ada di tangan para pekerja sunyi ini. Yang ngurus segala hal dari A sampai Z—mulai dari spanduk yang nggak miring, foto yang bisa langsung diunggah, sampai kalimat sambutan yang nggak bikin bosan audiens.
Baca juga: Dorong Transformasi Kehumasan di Era Digital, Universitas BSI Ikuti FGD Kehumasan Inovatif
Jadi, kalau lain kali kamu lihat unggahan kampus yang rapi, estetik, dan caption-nya nyambung tolong jangan cuma kasih like. Ingat juga bahwa di balik itu, ada Humas yang begadang, ada tim protokoler yang ngitung langkah tamu, dan ada forum seperti ini yang bikin semuanya lebih terarah.(ACH)