Guru Melek Digital! SMAN 48 Jakarta Hadirkan Workshop Kreatif dan Beasiswa

0 14

BSINews, Jakarta Dalam rangka meningkatkan literasi digital dan profesionalisme tenaga pendidik, SMAN 48 Jakarta menggelar Workshop Digital Kreatif yang dihadiri oleh guru-guru dari berbagai mata pelajaran. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (21/5), di aula sekolah ini menjadi wadah penting bagi para pendidik untuk memahami, menerapkan, dan berkembang di tengah derasnya arus teknologi pendidikan.

SMAN 48 Jakarta Hadirkan Workshop Kreatif dan Beasiswa

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, turut mendukung inisiatif peningkatan kompetensi guru ini, terutama dalam penguasaan teknologi pembelajaran dan akses terhadap program beasiswa. Workshop mengusung dua fokus utama: pembekalan keterampilan teknologi untuk pendidikan dan pemberian informasi beasiswa yang relevan bagi guru.

Melalui materi yang dikemas secara praktis, para guru diajak untuk mengenal platform digital untuk pembelajaran daring, mengintegrasikan media interaktif ke dalam kelas, memahami tren teknologi yang berdampak langsung pada cara belajar siswa, serta mengetahui sumber beasiswa pelatihan guru baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga : UBSI Kampus Tasikmalaya Gelar Workshop dan Uji Profisiensi Basis Data Berbasis Industri 

Narasumber utama, Rian Septian Anwar, seorang edukator teknologi dan konsultan literasi digital, menyampaikan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan penyesuaian metode pengajaran.

Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tapi menyesuaikan cara kita mengajar dengan kebutuhan dan karakter siswa masa kini,” tegas Rian, dari keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (24/5).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN 48 Jakarta, Luhur Setiawati, yang memberikan sambutan motivatif kepada para peserta.

“Guru yang mau terus belajar adalah guru yang mampu membentuk generasi unggul. Hari ini adalah bukti bahwa kita tidak berhenti pada cara lama,” ujar Luhur.

Metode pelatihan yang digunakan bersifat interaktif, memungkinkan peserta berdiskusi dan mencoba langsung teknologi yang diperkenalkan. Sesi beasiswa menjadi salah satu yang paling diminati, karena memberikan informasi mengenai pelatihan bersertifikat, peluang belajar ke luar negeri, dan program peningkatan kapasitas dari berbagai lembaga.

Salah satu peserta, Rika, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan ini.

“Saya baru tahu ternyata ada banyak peluang beasiswa untuk guru. Ini membuat saya makin bersemangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.

Workshop ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak lepas dari peran aktif guru dalam mengikuti perkembangan teknologi. Melalui kegiatan seperti ini, SMAN 48 Jakarta bersama dukungan UBSI berkomitmen mendorong guru-guru menjadi lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan pembelajaran digital demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.