Ketika Aula Sekolah Jadi Panggung Mimpi, Cerita di Balik Sosialisasi Beasiswa di SMAN 1 Lemahabang

0 20

BSINews, Karawang – Pagi di SMAN 1 Lemahabang, Karawang, biasanya diisi suara guru yang menjelaskan rumus fisika atau siswa yang menahan kantuk di barisan paling belakang. Tapi Senin (6/10) itu beda. Aula sekolah yang biasanya kaku mendadak berubah jadi ruang penuh tawa dan sorak antusias.

Bukan karena jam pelajaran dibatalkan, tapi karena ada tamu istimewa datang, tim dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang yang sedang menggelar Sosialisasi Beasiswa BSI 2025 program kuliah gratis yang lagi ramai dibahas di kalangan pelajar.

Baca juga: UBSI Goes to School Hadir di SMAN 1 Pedes Karawang, Buka Wawasan Siswa Tentang Beasiswa dan Kuliah Masa Kini

Begitu acara dimulai, suasana langsung mencair. Tak ada presentasi kaku atau nada formal. Yang ada justru semangat muda yang menular. “Kami ingin bikin kalian paham bahwa kuliah itu bukan hal menakutkan, tapi kesempatan untuk tumbuh dan mengejar mimpi,” ujar Suhardi, perwakilan tim sosialisasi Beasiswa UBSI kampus Karawang, dengan gaya santai yang langsung disambut tepuk tangan heboh dari para siswa.

Bukan cuma informasi soal beasiswa, UBSI juga membawa semangat bahwa masa depan nggak melulu soal biaya, tapi soal keberanian untuk melangkah. Sosialisasi Beasiswa ini bukan sekadar ajang promosi kampus, tapi juga ruang buat ngobrol tentang mimpi dan realita. Bagi siswa kelas XII, yang tiap hari dicecar pertanyaan “abis ini mau kuliah di mana?”, program seperti ini terasa kayak oase di tengah padang stres.

Program beasiswa ini memberi kesempatan kuliah gratis hingga lulus bagi siswa berprestasi atau yang punya semangat belajar tinggi. Jurusannya pun kekinian banget, dari Sistem Informasi, Akuntansi, sampai Informatika. Semuanya dirancang biar lulusannya siap kerja di dunia digital.

“Banyak siswa yang sebenarnya ingin kuliah, tapi terkendala biaya. Lewat Beasiswa UBSI, kami ingin membuka jalan bagi mereka yang punya semangat besar tapi butuh dukungan,” lanjut Suhardi.

Ucapan itu seperti mengetuk sesuatu di kepala para siswa. Beberapa mengangguk pelan, yang lain sibuk mencatat di buku. “Aku tadinya mikir kuliah itu mahal banget. Tapi ternyata ada kampus yang bisa bantu kita sampai lulus tanpa biaya. Keren banget!” kata Rani, siswi kelas XII IPS dengan mata berbinar.

Biasanya, kata “sosialisasi” bikin siswa bersiap-siap mengantuk. Tapi kali ini beda. UBSI tahu betul bagaimana cara membuat suasana hidup. Ada games interaktif, kuis berhadiah, dan sesi ice breaking yang sukses bikin seluruh aula meledak tawa.

Begitu sesi kuis dimulai, suasana aula berubah kayak acara TV, di mana siswa berebut angkat tangan, menjawab pertanyaan seputar dunia kampus. Yang benar langsung dikasih hadiah. “Ini baru sosialisasi yang asik! Nggak ngantuk, malah pengin lanjut,” celetuk seorang siswa sambil ngakak puas.

Dari situ, obrolan soal kuliah nggak lagi terdengar berat. Justru terasa ringan, dekat, dan menyenangkan. Banyak yang baru sadar ternyata pendidikan tinggi bukan cuma buat mereka yang “punya”, tapi juga buat mereka yang “mau”.

Guru BK SMAN 1 Lemahabang yang hadir pun tampak sumringah. Ia bilang kegiatan seperti ini penting banget buat membuka mata siswa. “Anak-anak kita perlu tahu bahwa masa depan mereka bisa lebih baik dengan kuliah. Apalagi kalau ada beasiswa seperti ini yang membantu tanpa membebani orang tua,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi seperti ini bukan hanya menambah pengetahuan, tapi juga menyalakan optimisme di hati anak-anak muda Lemahabang. Harapannya sederhana, semoga kerja sama dengan UBSI ini bisa terus berlanjut tiap tahun karena dampaknya nyata.

Baca juga: Beasiswa Kuliah Bukan Akhir, Tapi Awal Perjalanan Mahasiswa UBSI Kampus Cibitung Siapkan Masa Depan

Hari itu, SMAN 1 Lemahabang bukan cuma tempat sosialisasi, tapi semacam panggung kecil tempat harapan tumbuh lagi. Di tengah tawa, permainan, dan cerita, ada pesan sederhana tapi kuat yang tersampaikan, bahwa kuliah bukan sekadar tentang biaya, tapi tentang keyakinan untuk terus melangkah.

Dan siapa tahu, dari aula itu, nanti lahir generasi yang nggak cuma bermimpi, tapi juga berani mewujudkan. Karena seperti yang dibilang Suhardi di akhir sesi, “Kesempatan itu bukan cuma untuk mereka yang punya uang, tapi untuk mereka yang nggak berhenti berusaha.”(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.