Kreativitas dan Inovasi Warnai Pra-Edufair SMK Yadika 6
BSINews, Bekasi — Suasana berbeda terasa di Aula SMK Yadika 6 saat kegiatan Pra-Edufair berlangsung pada Kamis, (26/6) di Aula yang biasanya digunakan untuk acara formal disulap menjadi ruang interaktif penuh warna dan teknologi oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif. Acara ini menjadi ajang eksplorasi masa depan pendidikan tinggi yang lebih visual, dinamis, dan dekat dengan dunia digital.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin dengan konsep kampus digital kreatif. UBSI memperkenalkan dunia perkuliahan melalui teknologi, mulai dari video berbasis AI, simulasi pembelajaran digital, hingga pemutaran animasi profil kampus.
Kreativitas dan Inovasi Warnai Pra-Edufair
Dalam sesi presentasi, tim UBSI menampilkan video AI interaktif yang menggambarkan kehidupan perkuliahan, kegiatan mahasiswa, dan suasana kampus digital. Siswa seolah diajak merasakan langsung atmosfer perkuliahan melalui tayangan yang diperkaya narasi audio-visual membangkitkan semangat belajar dan rasa ingin tahu.
Tidak hanya itu, UBSI juga menghadirkan simulasi pembelajaran teknologi, seperti demo coding sederhana dan praktik penggunaan tools digital yang umum digunakan mahasiswa. Pendekatan visual dan langsung ini membuat siswa SMK Yadika 6 merasakan pengalaman kuliah yang nyata dan inspiratif.
“Kegiatan ini bukan hanya mengenalkan kampus, tetapi juga membuka wawasan siswa bahwa dunia kuliah saat ini sudah sangat dekat dengan teknologi dan industri kreatif,” ujar Rian Rian Septian Anwar kepala kampus UBSI kampus Jatiwaringin.
Baca Juga : Pra-Edufair Jadi Ajang Sosialisasi Dunia Perkuliahan untuk Siswa SMK
Aula sekolah pun berubah menjadi arena edutainment mini, lengkap dengan media interaktif, booth kampus, dan layar proyektor berisi konten inspiratif. Siswa aktif mengakses informasi lewat layar sentuh, mengikuti kuis digital seputar jurusan kuliah, hingga mencoba simulator perangkat lunak sederhana.
Banyak siswa mengaku ini adalah kali pertama mereka melihat pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Rasa penasaran muncul saat melihat teknologi digunakan tidak hanya untuk promosi, tetapi juga dalam metode pembelajaran dan kegiatan mahasiswa.
Dengan pendekatan inovatif ini, UBSI Jatiwaringin membuktikan bahwa kuliah bukan lagi sekadar soal buku dan ruang kelas, tetapi juga tentang pemanfaatan teknologi untuk menciptakan masa depan.
Baca Juga : Pra-Edufair Jadi Panggung Aspirasi Siswa, UBSI Hadirkan Harapan dan Jawaban
Pra-Edufair SMK Yadika 6 pun tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi, melainkan simulasi nyata gambaran pendidikan tinggi yang modern. UBSI membawa semangat digital transformation langsung ke hadapan siswa, memperlihatkan bahwa kreativitas dan teknologi adalah kunci masa depan pendidikan. (Safika Rahman)