BSINews, Tegal – Penguasaan keterampilan teknis yang diakui secara profesional menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja digital saat ini. Menyadari kebutuhan tersebut, Program Studi (Prodi) Teknologi Komputer Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal menyelenggarakan Workshop Pembekalan Sertifikasi Kompetensi bagi mahasiswa semester 6. Kegiatan ini menjadi bagian awal dari pelaksanaan uji sertifikasi resmi untuk dua skema, yakni Network Administrator Muda dan Mikrotik MTCNA, yang akan dilaksanakan pada akhir Juli 2025. Workshop berlangsung pada Senin dan Rabu, 28 dan 30 Juli, di Ruang 301 UBSI kampus Tegal.
Tingkatkan Skill Lewat Sertifikasi IT
Sebanyak tujuh mahasiswa dari Prodi Teknologi Komputer UBSI kampus Tegal mengikuti pembekalan ini, terdiri dari lima peserta pada skema Network Administrator dan dua peserta pada skema Mikrotik MTCNA. Kegiatan ini dipandu oleh narasumber sekaligus asesor profesional, Angga Ardiansyah, yang memberikan penjelasan teknis serta membekali peserta dengan motivasi dan strategi kesiapan mental menjelang uji kompetensi.
Ketua Program Studi Teknologi Komputer UBSI kampus Tegal, Suleman, dalam sambutannya membuka kegiatan ini dan menyampaikan pentingnya menjadikan sertifikasi sebagai batu loncatan dalam karier profesional. Ia menjelaskan bahwa uji sertifikasi tidak hanya memberikan pengakuan formal, tetapi juga memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Ia menyampaikan, “Mahasiswa jangan melihat sertifikasi ini hanya sebagai dokumen tertulis, tetapi sebagai awal yang penting dalam membangun karier di bidang jaringan komputer,” ujar Suleman dalam keterangan tertulis, Rabu (30/7).
Sementara itu, uji sertifikasi untuk skema Network Administrator Muda dan Mikrotik MTCNA dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025, pukul 07.30–16.30 WIB, di Ruang Uji Kompetensi (TUK) UBSI kampus Tegal.
Pembekalan ini juga dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan dari Prodi Sistem Informasi UBSI kampus Tegal. Lima mahasiswa dari prodi tersebut mengikuti workshop untuk skema Programmer, dan dijadwalkan mengikuti uji sertifikasi pada Kamis, 7 Agustus 2025, bersama asesor Sopian Aji. Dalam sesi tersebut, Sopian Aji menekankan pentingnya kemampuan pemecahan masalah (problem solving) dalam dunia pemrograman. “Mahasiswa harus mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah secara efisien. Dunia industri mencari talenta yang tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga mampu beradaptasi dan terus belajar,” ungkap Sopian.
Kegiatan lintas prodi ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus mempertegas pentingnya sertifikasi industri sebagai penguat daya saing mahasiswa di era digital. Semangat dan antusiasme peserta tergambar melalui ungkapan kreatif khas mahasiswa teknologi seperti, “Kalau jaringan bisa stabil, masa depan juga bisa kita stabilin,” dan “Dari 0 dan 1, kita bangun masa depan.”
Baca juga: Cuma Rp430 Ribu/Bulan! Kuliah Sambil Kerja Kini Makin Mudah di UBSI Kampus Tegal
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing secara profesional di dunia industri teknologi.(Tiara Sari)