Ngobrolin Masa Depan Bareng Emak Bapak: UBSI Kampus Slipi Bikin Bincang Kampus Biar Nggak Salah Paham di Tengah Jalan

0 63

BSINews, Jakarta – Sabtu pagi biasanya jadi waktu sakral buat sebagian orang tua. Ada yang baru sempat belanja sayur ke pasar, ada yang lagi sibuk nyari siaran dangdut di radio, atau sekadar nyeduh kopi sambil ngutak-atik dompet yang isinya penuh struk belanja minimarket.

Tapi, Sabtu, 24 Mei 2025 nanti, suasana sedikit beda di Slipi. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Digital Kreatif bakal jadi tempat ziarah harapan dan kekhawatiran masa depan—buat mahasiswa baru, tapi terutama buat orang tuanya.

Baca juga: Universitas BSI Kampus Margonda Gelar “Bincang Kampus Bersama Orangtua” untuk Pererat Sinergi Dukungan Pendidikan

Namanya acara ini cukup formal, Bincang Kampus Bersama Orang Tua atau disingkat BKOT. Tapi jangan salah kira, ini bukan sesi konsultasi psikologi keluarga. Ini justru ajang buat kampus ngajak ngobrol serius tapi santai sama orang tua mahasiswa baru. Biar nggak ada yang merasa anaknya dikirim kuliah cuma buat bolak-balik nonton YouTube sambil ngaku belajar coding.

Acara yang digelar dari pagi sampai menjelang zuhur ini bukan semata soal seremonial pembuka tahun ajaran. Tema yang diusung pun ambisius dan sedikit puitis, yaitu Our Best Future. Ya, masa depan terbaik. Siapa sih yang nggak pengin masa depan anaknya lebih mentereng dari sekadar foto keluarga di kalender dapur?

UBSI paham betul, dalam dunia pendidikan tinggi, keterlibatan orang tua bukan cuma pas awal bayar uang kuliah atau akhir nanyain kapan wisuda. Tapi juga soal ngerti dunia anaknya yang sekarang udah nggak cukup dipandu pakai petuah “yang penting rajin belajar”. Dunia sekarang perlu soft skill, portofolio digital, dan ya, tentu saja, keberuntungan.

Makanya, UBSI ngajak orang tua buat duduk bareng dan dengerin langsung dari para punggawa kampus. Ada Syamsul Bahri, Kaprodi Akuntansi UBSI yang bakal buka-bukaan soal lika-liku akademik di UBSI. Lalu Riswandi Ishak, Koordinator Kemahasiswaan UBSI yang siap kasih tahu orang tua bahwa kuliah itu nggak cuma hafalan teori, tapi juga latihan jadi manusia beneran lewat berbagai kegiatan kampus.

Yang bikin acara ini nggak cuma soal grafik dan presentasi, adalah hadirnya sesi Workshop Digital Kreatif yang dibawain Wahyutama Fitri Hidayat, dosen Prodi Rekayasa Perangkat Lunak. Siap-siap lihat bapak-bapak manggut-manggut sambil pura-pura paham soal digital branding dan AI, padahal dalam hati mikir: “AI itu merek oli bukan sih?”

Puncaknya, ada penampilan dari Riswan Karto, alumni UBSI yang sekarang sukses jadi Co-Founder SekolahKoding. Dari mahasiswa biasa, jadi orang yang bikin banyak anak muda akhirnya ngerti bahwa bikin web itu nggak sesusah move on dari mantan. Ini semacam testimoni hidup bahwa kuliah di UBSI itu bisa jadi batu loncatan, bukan sekadar pelarian dari rumah.

UBSI tahu, orang tua butuh diyakinkan. Mereka pengen lihat bahwa kampus ini bukan cuma tempat anaknya dapet Wi-Fi gratis dan temen nongkrong. Tapi tempat yang bener-bener mikirin masa depan mereka.

Baca juga: Universitas BSI Kampus Purwokerto Gelar Bincang Kampus Orang Tua untuk Dukungan Pendidikan Mahasiswa

BKOT adalah upaya konkret untuk membangun jembatan antara ekspektasi keluarga dan realitas dunia kampus. Dan mungkin, buat sebagian orang tua yang masih gagap soal dunia digital, acara ini adalah cara elegan buat bilang, “Kami bareng-bareng, kok. Kami nggak lepas tangan.”

Toh, masa depan nggak bisa dikejar sendirian. Kadang perlu ngobrol dulu, duduk bareng, saling dengar, dan barangkali sambil nyeruput kopi hangat—karena dari situ, kepercayaan dan harapan tumbuh pelan-pelan.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.