PKL Bukan Cuma Formalitas, Bro! Sebuah Serius-Ceria Menuju Dunia Kerja

0 32

BSINews, Karawang – Ada satu fase dalam hidup mahasiswa yang bikin deg-degan setengah mati, tapi kadang juga dianggap angin lalu, PKL alias Praktik Kerja Lapangan. Sebuah ritual sakral yang konon katanya jadi jembatan antara dunia kuliah yang penuh teori dan dunia kerja yang penuh tagihan.

Nah, mahasiswa semester 4 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang baru aja dikumpulin dalam sebuah acara daring bertema “Mempersiapkan Diri Menuju Dunia Kerja: Strategi Meningkatkan Mutu dan Relevansi Luaran PKL”. Judulnya aja udah bikin ngos-ngosan. Tapi tenang, isinya justru penuh energi dan kenyataan hidup yang tak diajarkan di UTS.

Baca juga: Bekali Mahasiswa Menuju Dunia Kerja, Prodi Teknologi Komputer UBSI Kampus Tegal Gelar Sosialisasi PKL

Acara ini digelar pada Selasa, 15 Juli 2025, via Zoom. Iya, masih online. Mungkin karena kampus sadar, mahasiswa generasi sekarang lebih jago buka Zoom daripada map kantor. Dibuka oleh Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Dede Firmansyah Saefudin, yang menyambut mahasiswa bukan cuma pakai kata “selamat datang” tapi juga kata-kata jleb, “PKL itu bukan sekadar syarat akademik, tapi latihan masuk dunia kerja.”

Seketika, yang tadinya rebahan sambil dengerin Zoom, langsung bangun dan buka catatan. Serius. Ini bukan lagi soal dapat nilai A, tapi tentang bertahan di dunia kerja yang bisa semena-mena.

Sri Wasiyanti, Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi dari UBSI Kampus Bogor, hadir sebagai narasumber utama. Ia datang bukan cuma bawa materi PowerPoint, tapi juga realitas. Dari visi keilmuan prodi sampai etika kerja, semuanya dikupas habis. Bahkan, beliau sampai menyinggung soal plagiarisme dan gratifikasi, dua kata yang bikin mahasiswa gugup meski belum apa-apa.

“PKL itu bukan cuma ngerjain laporan lalu selesai. Ini latihan profesionalisme. Jangan pernah anggap remeh. Kalau kamu plagiat atau bawa nama kampus jelek, itu bisa jadi beban seumur hidup, bukan cuma semester ini,” ujar Sri. Dan entah kenapa, meski disampaikan lewat layar, kalimat itu rasanya kayak dilempar sandal jepit ke arah kesadaran.

Yang bikin suasana jadi cair (tapi tetap tajam) adalah Raja Sabaruddin, sang moderator. Dengan nama yang udah cocok jadi tokoh sinetron, Raja ini memandu acara dengan gaya yang santai tapi to the point. Diskusi pun jadi hidup, apalagi pas sesi tanya jawab. Mahasiswa mulai bertanya “Gimana cara milih tempat PKL yang cocok?”, “Ada tips biar bisa cepat adaptasi di tempat kerja?”, “Kalau tempat PKL-nya horor gimana, Pak?”.

Salah satu peserta, Rina, mengaku puas banget. “Materinya jelas, saya jadi ngerti kalau PKL itu bukan tugas numpang lewat. Ini bagian penting dari masa depan.” Mungkin setelah ini, dia akan memilih tempat PKL bukan karena dekat rumah, tapi karena dekat dengan cita-cita.

Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif ngasih pesan penting, kuliah itu bukan sekadar belajar SQL atau sistem penggajian. Tapi belajar jadi manusia yang bertanggung jawab, bisa kerja tim, tahu cara baca situasi, dan tahan banting sama revisi. Itu semua diawali lewat PKL.

Karena di luar sana, dunia kerja nggak peduli kamu hafal teori akuntansi atau jago bikin presentasi. Yang penting, kamu bisa kerja. Bisa dipercaya. Dan bisa berdiri sendiri.

Baca juga: Sosialisasi PKL SIA UBSI Kampus Bogor: Strategi Meningkatkan Mutu Luaran Menuju Dunia Kerja

Jadi, buat kamu yang masih nganggep PKL itu tugas nyebelin, coba deh pikir ulang. Bisa jadi, itulah pintu pertama kamu menuju versi terbaik dari diri sendiri yang tangguh, yang adaptif, dan yang nggak cuma kuliah buat sekadar lulus.

Kalau kamu bisa melewati PKL dengan kepala tegak dan laporan tanpa plagiat, percayalah, dunia kerja nanti nggak akan terasa seseram itu. Paling-paling, tinggal hadapi bos yang mood-nya kayak Google Docs offline, kadang nyambung, kadang nge-lag.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.