Praktisi Komunikasi Tekankan Pentingnya Brand Image di Era Konten Digital
BSINews, Jakarta – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cengkareng, menggelar workshop bertajuk Pengelolaan Creative Media Digital dan Brand Image pada Senin (23/6) lalu. Workshop ini menghadirkan praktisi komunikasi digital sebagai narasumber utama untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa terkait dunia kerja di bidang komunikasi modern.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan pemahaman mahasiswa mengenai strategi membangun citra merek secara efektif melalui konten digital. Dalam era yang dipenuhi arus informasi dan persaingan visual, citra sebuah brand tak lagi hanya dibentuk oleh iklan berskala besar, melainkan juga oleh storytelling yang konsisten di berbagai platform digital.
Dalam sesi pemaparannya, narasumber workshop, Risang, menjelaskan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu menyadari kekuatan setiap konten dalam membentuk persepsi publik.
“Komunikator masa kini harus bisa berpikir sebagai kreator, bukan hanya penyampai pesan. Mereka perlu paham algoritma, tren digital, dan bagaimana konten memengaruhi persepsi publik,” jelas Risang, dari keterangan rilis yang diterima pada Kamis (26/6).
Baca juga : Branding Diri Pakai AI? Mahasiswa UBSI Kampus Cengkareng Sudah Mulai Duluan!
Melalui studi kasus dari brand lokal dan internasional, mahasiswa diajak untuk menganalisis konten media sosial dari berbagai aspek seperti copywriting, visual, dan pesan naratif. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penyusunan strategi komunikasi digital yang bertujuan membangun brand image yang kuat dan konsisten.
Risang juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap brand tone, identitas visual, dan konsistensi pesan dalam berbagai kanal komunikasi. Ia mendorong mahasiswa untuk mulai membangun personal branding sejak di bangku kuliah, mengingat jejak digital kini menjadi salah satu tolok ukur dalam penilaian profesional di dunia kerja.
Sesi ini menjadi sangat aplikatif karena mahasiswa dapat bertanya langsung mengenai teknik produksi konten yang efektif, perangkat lunak yang umum digunakan di industri, hingga cara mengukur keberhasilan kampanye digital. Pendekatan ini memberikan gambaran realistis tentang tantangan sekaligus peluang dalam industri komunikasi digital.
Dengan menghadirkan praktisi yang aktif di lapangan, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang dinamis. Workshop ini membuktikan bahwa Ilmu Komunikasi bukan hanya sebatas teori, tetapi merupakan alat strategis yang mampu membentuk persepsi publik, memperkuat citra, dan memengaruhi perilaku konsumen.(Alisa)