Ruang Auditorium Penuh! Apa yang Dibahas Ratusan Orang Tua di UBSI Kampus Kaliabang Sabtu Lalu?
BSINews, Bekasi – Ratusan orang tua mahasiswa baru memadati Auditorium Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang dalam kegiatan Bincang Kampus Bersama Orang Tua (BKOT) yang digelar pada Sabtu (17/5). Acara tahunan ini menjadi bentuk nyata sinergi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dengan para wali mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan generasi muda.
Mengusung tema Our Best Future, kegiatan ini diikuti oleh orang tua dari mahasiswa gelombang 1, 2, dan 3. BKOT menjadi ruang dialog terbuka untuk memperkenalkan sistem akademik, pendekatan pembinaan karakter, serta arah pengembangan mahasiswa di UBSI.
Dua narasumber utama tampil menyampaikan materi strategis. Hendra Supendar, Ketua Program Studi Teknologi Informasi, memaparkan sistem pembelajaran berbasis digital yang diterapkan UBSI. Ia menekankan bahwa kurikulum kampus telah dirancang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“UBSI tidak hanya berfokus pada teori, tapi juga memberikan ruang praktik dan kolaborasi melalui proyek digital agar mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkap Hendra, dari keterangan rilis yang diterima pada Selasa (20/5).
Sementara itu, Heru Purwanto, Koordinator Kemahasiswaan, menjelaskan pentingnya kegiatan non-akademik sebagai sarana membentuk karakter mahasiswa. Ia memperkenalkan berbagai organisasi kampus, pelatihan soft skill, hingga kegiatan kewirausahaan sebagai bagian dari proses pembinaan yang menyeluruh.
Baca juga : Orang Tua Mahasiswa Baru Dapat Wawasan Kampus Melalui BKOT UBSI Kampus Pemuda
“Kami mendorong mahasiswa untuk berkembang secara utuh—tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga percaya diri, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial,” ujar Heru.
Acara ini turut menghadirkan dua inspirator muda dari UBSI. Alief Wahyu Alhabib, mahasiswa yang lolos program International Student Mobility ke University of Northern Philippines, berbagi kisah perjuangannya meraih kesempatan belajar di luar negeri. Ia menekankan bahwa dukungan kampus dan keberanian untuk mencoba hal baru adalah kunci kesuksesannya.
Sementara itu, Leonardus Satrio Eko Permadi, alumni UBSI yang kini bekerja di Bank DKI, menegaskan pentingnya pengalaman berorganisasi dan pelatihan soft skill semasa kuliah. Ia menyebutkan bahwa UBSI memberinya bekal lebih dari sekadar ijazah untuk memasuki dunia kerja profesional.
Dalam sambutannya, Muhamad Tabrani, Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, menekankan bahwa BKOT merupakan jembatan komunikasi antara kampus dan keluarga.
“Kami percaya bahwa keterlibatan orang tua adalah pondasi utama kesuksesan mahasiswa. Karena itu, kami ingin orang tua memahami peran penting mereka dalam proses pendidikan di UBSI,” ujar Tabrani.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Para orang tua mengajukan pertanyaan seputar beasiswa, program internasional, hingga dukungan karier bagi mahasiswa. Banyak di antara mereka juga menyampaikan apresiasi atas transparansi dan kepedulian kampus.
Desi Lestari, wali mahasiswa asal Tambun, mengaku terkesan dengan keterbukaan UBSI.
“Saya senang bisa hadir di acara ini. Ternyata UBSI sangat terbuka dan peduli terhadap mahasiswa, tidak hanya soal akademik tapi juga pembentukan karakter,” ungkap Desi.
Wahyu Firmansyah, orang tua dari Bekasi, menambahkan, “Kegiatan seperti ini penting. Kami jadi tahu arah pendidikan anak kami dan bisa ikut mengawasi serta memberi semangat dari rumah.”
BKOT 2025 berhasil menunjukkan bahwa UBSI bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga mitra pertumbuhan bagi mahasiswa dan keluarga. Melalui pendekatan yang menyeluruh, ini membuktikan komitmennya mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan. (Alisa)