Sasar Kolaborasi Global, UBSI Gelar Workshop Diaspora Berdampak

0 1

BSINews, Jakarta – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar workshop daring bertajuk “Diaspora Berdampak” pada Rabu (3/6). Pertemuan virtual melalui Zoom Meeting ini dirancang khusus untuk membantu para dosen dan peneliti UBSI dalam negeri menembus jejaring riset internasional.

Acara ini menarik minat luar biasa dengan dihadiri oleh 398 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, hingga mahasiswa dari berbagai kampus. Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan besarnya ketertarikan sivitas akademika untuk memperluas cakrawala riset mereka ke kancah global.

Baca juga: LPPM UBSI Kampus Sukabumi Gelar Diseminasi Hybrid, Pameran Poster Perkuat Visibilitas Riset dan PKM 2025

Hadir sebagai narasumber utama, pakar akademisi Dr. Ani Wijayanti, yang memaparkan strategi taktis dalam memanfaatkan jaringan ilmuwan Indonesia yang berada di luar negeri. Sesi pemaparan materi yang berlangsung interaktif ini dipandu oleh moderator Retno Rahayuningsih.

Dalam penjelasannya, Dr. Ani menekankan bahwa kolaborasi riset global merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing inovasi nasional. Menurutnya, pemanfaatan jejaring internasional akan mempercepat hilirisasi riset di Indonesia.

“Kolaborasi merupakan kunci dalam membangun ekosistem riset yang kuat. Perguruan tinggi perlu memanfaatkan peluang kerja sama dengan diaspora Indonesia untuk meningkatkan kualitas penelitian dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Ani.

Ia menambahkan bahwa kontribusi diaspora Indonesia sangat vital bagi transfer teknologi dan pengetahuan lintas negara. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam menyukseskan Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026-2045.

“Ilmuwan kita di luar negeri memiliki akses teknologi dan publikasi bereputasi tinggi yang luar biasa. Jika potensi ini disinergikan dengan semangat peneliti di tanah air, kita bisa melompat lebih jauh dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas internasional,” tuturnya.

Sebagai perguruan tinggi yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai “Kampus Digital Kreatif”, UBSI terus berkomitmen mengoptimalkan teknologi informasi untuk mempermudah jejaring riset tanpa sekat geografis. Pemanfaatan platform digital menjadi jembatan utama bagi dosen untuk mengakses peluang riset global.

Baca juga: Bangun Linearitas Tri Dharma, LPPM UBSI Kampus Pontianak Ajak Dosen Jadikan Riset sebagai Kompas Akademik

Senada dengan hal itu, moderator diskusi Retno Rahayuningsih, menyoroti pentingnya wadah komunikasi yang konsisten bagi para peneliti lokal. Ia menyebut program ini sebagai pembuka jalan bagi akademisi yang ingin memulai langkah go-global.

“Banyak dosen hebat yang sebenarnya memiliki ide riset luar biasa, tetapi terkendala akses untuk bermitra dengan institusi luar negeri. Lewat sosialisasi ini, kami ingin memangkas batasan tersebut agar hasil riset dosen kita semakin diakui dunia,” jelas Retno.

Leave A Reply

Your email address will not be published.