Seminar Karier Teknik Industri UBSI Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Industri Modern
BSINews, Jakarta — Dalam upaya mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja, Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar Seminar Karierbertajuk “Membangun Generasi Teknik Industri yang Siap Bersaing” pada Rabu (1/7). Di Aula UBSI kampus Jatiwaringin.
Seminar Karier Teknik Industri UBSI Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Industri Modern
Kegiatan ini diikuti oleh 141 mahasiswa semester II Program Studi Teknik Industri yang berasal dari Kampus Kramat 98, Margonda, dan Cikarang. Seminar menjadi salah satu upaya program studi dalam membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai perkembangan industri modern serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Teknik Industri UBSI, Miwan Kurniawan, yang menegaskan bahwa lulusan Teknik Industri saat ini dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi profesional dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri yang semakin dinamis.
“Lulusan Teknik Industri harus siap menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja. Penguasaan kompetensi profesional, pemahaman teknologi industri, serta kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting untuk bersaing di era industri modern,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Rabu (1/7).
Baca Juga : Jurus Jitu Meraih Pekerjaan: Mahasiswa UBSI Kampus Kaliabang Ikuti Seminar Karier Inspiratif
Kegiatan ini menghadirkan Direktur PT Heri Daya Integra, Heryanto, sebagai narasumber utama. Berbekal pengalaman sebagai konsultan industri, asesor kompetensi, tenaga ahli kementerian, dan akademisi, ia membagikan wawasan mengenai kompetensi yang perlu dimiliki calon insinyur di era transformasi industri.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan industri saat ini bergerak menuju penerapan Smart Factory, PLC Automation, dan Industrial Robot sebagai bagian dari transformasi menuju sistem industri yang lebih cerdas dan efisien. Oleh karena itu, mahasiswa Teknik Industri perlu meningkatkan kemampuan di bidang teknik, otomasi industri, serta memperkuat daya saing melalui kepemilikan sertifikasi profesional.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, salah satunya mengenai pengaruh dan tantangan Artificial Intelligence (AI) terhadap dunia industri.
Menanggapi hal tersebut, Heri Daya Integra menjelaskan bahwa AI telah mengubah berbagai proses industri, mulai dari otomatisasi produksi, analisis data, hingga pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
“Artificial Intelligence bukanlah pengganti manusia, melainkan teknologi yang harus dipahami dan dimanfaatkan oleh para profesional untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi di lingkungan industri,” jelasnya.
Baca Juga : UBSI Gelar Seminar Karier Bahas Strategi Persiapan Diri dan Aksi untuk Raih Pekerjaan
Selain sesi pemaparan materi, seminar juga menghadirkan kegiatan studi kasus secara berkelompok. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim untuk merumuskan solusi terhadap permasalahan industri berdasarkan konsep yang telah dipelajari selama seminar. Suasana diskusi berlangsung aktif dan kolaboratif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam menerapkan ilmu Teknik Industri pada permasalahan nyata.
Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kualitas solusi yang dihasilkan, tiga kelompok terbaik mendapatkan penghargaan secara langsung dari narasumber.
Melalui seminar ini, Program Studi Teknik Industri UBSI berharap mahasiswa semakin terdorong untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan menguasai kompetensi teknik, memahami perkembangan teknologi otomasi dan digitalisasi industri, serta memiliki sertifikasi profesional yang dapat meningkatkan daya saing sebagai lulusan Teknik Industri yang unggul dan siap berkontribusi di era Industri 4.0 dan Society 5.0.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. (Safika)